Nyeri di Paha Samping Disertai Memar Setelah Terbentur? Inilah tanda Lesi Morel-Lavallee yang Harus Anda Ketahui

Jumat, 29 Oktober 2021
dr. Ferdinand Dennis K
Jumat, 29 Oktober 2021
dr. Ferdinand Dennis K

Paha bagian samping merupakan satu lokasi tubuh yang sering terbentur, baik terantuk ujung meja, sampai terserempet kendaraan di jalan. Hal ini dikarenakan paha bagian samping merupakan daerah yang luas dan kontak langsung dengan lingkungan sekitar Anda.

Nyeri di paha samping merupakan hal yang lumrah, terlebih apabila terdapat riwayat kontak/benturan yang cukup keras. Tetapi ada satu kondisi di mana nyeri di paha samping disebabkan oleh suatu mekanisme trauma yang cukup serius, yaitu degloving atau terkelupas.

Apa yang terkelupas? Tidak selalu kulit, tapi bagian bawah kulit yang disebut fascia, pelapis yang menyatukan kelompokan-kelompokan otot sehingga menjadi suatu bagian yang padat.

Pada artikel ini, akan dibahas satu penyebab dari nyeri di paha samping yang mungkin terjadi, yaitu lesi Morel-Lavallee, mulai dari sebab, akibat, sampai penanganannya.

Apa itu fascia? Mengapa bisa mengalami cedera sampai menimbulkan nyeri di paha samping?

Fascia, diambil dari bahasa Latin, berarti pita. Fascia merupakan suatu selubung jaringan pengikat yang membungkus otot, kelompokan otot, pembuluh darah, dan serabut saraf menjadi satu kesatuan yang utuh.

fascia otot

Fascia juga memberikan perlindungan bagi struktur-struktur yang diselubunginya, sekaligus memberikan ruang gerak.

Fascia dibagi menjadi dua, yaitu fascia otot dan fascia organ dalam. Fascia organ dalam seperti perikardium yang membungkus jantung tidak dibahas pada artikel ini, melainkan hanya fascia otot yang terdampak oleh lesi Morel-Lavallee.

Fascia otot terletak di bawah lapisan dermis kulit di mana pada lesi Morel-Lavallee, terdapat gesekan yang cukup kuat pada kulit, sehingga menarik lapisan epidermis dan dermis, sementara fascia otot tetap pada tempatnya.

cedera morel lavallee

Sumber gambar: www.jbsr.be

Hal ini disebut lesi degloving atau terkelupas, sehingga akan terjadi pendarahan di bawah kulit di atas fascia.

Lesi Morel-Lavallee dapat terjadi pada seluruh fascia di tubuh manusia, tetapi yang tersering adalah bagian paha luar.

Tentu saja perdarahan dan luka jaringan akan menimbulkan nyeri di paha samping pada kasus-kasus lesi Morel-Lavallee.

Pada kasus berat, lesi ini juga akan menyertai patah tulang paha dan bahkan patah tulang panggul setelah riwayat cedera yang hebat.  

Selain lesi Morel-Lavallee, apa lagi yang dapat menimbulkan nyeri di paha samping?

Bagian samping paha merupakan struktur yang luas dengan banyak organ yang menyusunnya, mulai dari kulit sampai tulang. Karena terlibat dalam pergerakan/ambulasi, seluruh bagian paha, terutama bagian samping dan depan cenderung rentan mengalami cedera.

Nyeri di paha samping dapat dicetuskan oleh berbagai sebab.

  • Pada kulit, dapat terjadi luka baik disertai atau tanpa infeksi. Luka akibat benturan pada paha haruslah ditelaah sampai bagian dalam.
  • Patah tulang paha merupakan salah satu sebab tersering nyeri pada paha setelah terjadi cedera. Patah tulang terbuka dengan bagian tulang menusuk kulit dan otot di atasnya merupakan kegawatdaruratan ortopedik.
  • Nyeri di paha samping dapat pula ditimbulkan oleh kondisi yang disebut meralgia parastetika, di mana terjadi penjepitan saraf femoralis kutaneus lateralis yang berjalan dari lipat paha dan mempersarafi paha bagian luar.

Jepitan pada serabut saraf ini dapat menimbulkan nyeri neuropatik yang menjalar dan dapat disertai rasa panas dan tersayat, terutama pada mereka yang mengenakan celana terlalu ketat atau mengalami obesitas/kelebihan berat badan dan memiliki penumpukan lemak berlebih pada daerah perut.

Bagaimanakah mengetahui apabila memar dan rasa nyeri pada paha samping disebabkan oleh lesi Morel-Lavallee atau bukan?

Tidak ada gambaran khusus yang dapat menunjukkan bahwa suatu nyeri di paha samping adalah karena lesi Morel-Lavallee.

Keluhan timbulnya memar disertai sakit setelah suatu kejadian traumatik sudah dapat menimbulkan kecurigaan dokter akan adanya kondisi ini selain penyakit lain yang dapat menyertai.

Memar pada lesi Morel-Lavallee biasanya lebih lama hilang dibandingkan memar biasa dikarenakan darah tidak hanya berkumpul pada jaringan kulit, melainkan jaringan bawah kulit.

Memar ini dapat menimbulkan benjolan yang dapat digerakkan.

nyeri di paha samping

Sumber gambar: www.injuryjournal.com

Dokter akan memeriksa memar, apakah disertai dengan gangguan pergerakan otot paha bagian samping ataukah tidak.

Apabila terdapat gangguan gerakan, kemungkinan pula terdapat robekan otot yang menimbulkan suatu memar, sehingga lesi Morel-Lavallee bukanlah fokus dari kondisi seperti ini. Apabila tidak terdapat gangguan pergerakan, memar pada lesi Morel-Lavallee akan teraba baal saat digores.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang untuk mempertajam diagnosis.

Pemeriksaan foto sinar-X dapat menunjukkan ada tidaknya patah tulang paha yang mendasari perdarahan.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan ultrasonografi otot, tulang, dan sendi untuk lebih teliti menelaah sumber dan jumlah perdarahan yang terjadi.

Bagaimana penanganan dari kondisi ini?

Setelah diketahui jumlah perdarahan yang terjadi, penanganan dari lesi Morel-Lavallee dapat dibagi menjadi konservatif dan operatif.

Penanganan ini semata-mata bukan hanya untuk meredakan nyeri di paha samping, melainkan mengembalikan keutuhan struktur dermis-fascia dan mencegah timbulnya komplikasi.

Apabila perdarahan yang terjadi kurang dari 50 cc, dapat dilakukan terapi konservatif, di antaranya adalah terapi kompresif dan drainase.

  1. Terapi Kompresif

Terapi kompresif dapat dilakukan dengan menggunakan perban yang dibalutkan pada daerah perdarahan, penggunaan brace kompresif untuk meningkatkan laju penyerapan sisa produk darah oleh tubuh, dan penggunaan celana olahraga yang ketat.

terapi morel lavallee

Sumber gambar: medscape.com

Penanganan kompresif ini tergolong murah, tetapi memerlukan kepatuhan pasien yang tinggi, karena mungkin pengenaan ini menyebabkan adanya rasa tidak nyaman yang membuat pasien enggan memakainya terus menerus.

  1. Drainase

Apabila perdarahan baru saja terjadi, maka drainase dapat dipertimbangkan.

Penyedotan darah dari bawah jaringan kulit dilakukan untuk mengecilkan benjolan dan mencegah iritasi berlebih oleh produk darah.

Penyedotan dapat dilakukan dengan jarum suntik dengan dipasang drain untuk mengalirkan sisa darah/cairan yang tidak tersedot dengan jarum.

Terapi operatif dapat dilakukan apabila perdarahan masif (di atas 50 cc) dengan atau tanpa kecurigaan adanya kerusakan jaringan lainnya.

operasi cedera paha

Sumber gambar: www.sciencedirect.com

Lesi Morel-Lavallee yang disertai robekan otot dapat ditangani dengan operasi maupun penggunaan suntikan untuk merangsang pertumbuhan kembali sel-sel otot yang rusak.

Komplikasi yang harus dicegah dari lesi Morel-Lavallee adalah:

  • terjadinya lesi berulang akibat aktivitas,
  • munculnya pseudokista/kista tidak sesungguhnya, di mana terdapat penumpukan cairan pada rongga bekas lesi yang tidak menyembuh dengan sempurna,
  • nekrosis/kematian sel kulit di atasnya karena penanganan yang terlambat sehingga kulit kehabisan suplai oksigen dan nutrisi, serta
  • infeksi perioperatif bagi penderita yang memilih terapi operatif.

 

Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, hubungi Klinik Flex-Free agar Anda bebas beraktivitas, bebas berkarya, dan bebas nyeri setiap hari.

  • Klinik Flex-Free Jakarta: Ruko Italian Walk J No. 19, (Dekat Pintu Masuk Gate C), Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 14240; telepon (021) 29364016
  • Klinik Flex-Free Bandung: Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67
    Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 40424; telepon (022) 20580806

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561