Rehabilitasi Sesudah Operasi Cedera ACL: Panduan Lengkap Pemulihan

Selasa, 03 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Selasa, 03 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Operasi cedera ACL merupakan salah satu tindakan medis yang paling sering dilakukan pada cedera lutut, terutama pada individu aktif dan populasi dewasa yang rutin berolahraga atau memiliki aktivitas fisik tinggi. Namun, keberhasilan operasi cedera ACL tidak hanya bergantung pada tindakan pembedahan, melainkan sangat ditentukan oleh proses rehabilitasi yang tepat, terstruktur, dan berkelanjutan setelah operasi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai penyebab robekan ACL, keluhan yang sering dirasakan sesudah operasi cedera ACL, tahapan rehabilitasi yang perlu dijalani, serta kapan seseorang boleh mulai berjalan kembali setelah operasi cedera ACL, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dewasa.

 

Apa Saja Penyebab Robekan ACL?

ACL adalah salah satu ligamen utama di dalam sendi lutut yang berfungsi menjaga stabilitas lutut, terutama saat bergerak maju, berputar, dan berhenti mendadak. Robekan ACL sering kali menjadi alasan utama seseorang harus menjalani operasi cedera ACL.

Penyebab paling umum robekan ACL adalah gerakan memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki menapak kuat di lantai. Kondisi ini sering terjadi pada olahraga seperti sepak bola, basket, futsal, badminton, atau ski. Pada situasi tersebut, lutut mengalami kombinasi gerakan menekuk, memutar, dan menahan beban tubuh secara mendadak, sehingga ligamen ACL tidak mampu menahan gaya yang terjadi dan akhirnya robek.

cedera ACL

Selain itu, robekan ACL juga dapat terjadi akibat pendaratan yang tidak seimbang setelah melompat, misalnya saat mendarat dengan satu kaki atau posisi lutut yang kurang stabil. Trauma langsung pada lutut, seperti benturan keras dari samping, juga dapat menyebabkan cedera ACL yang berujung pada operasi cedera ACL.

Faktor lain yang meningkatkan risiko robekan ACL meliputi kelemahan otot paha, kurangnya kontrol gerak lutut, kelelahan otot, serta riwayat cedera lutut sebelumnya. Pada sebagian kasus, kombinasi faktor-faktor tersebut membuat operasi cedera ACL menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan stabilitas lutut.

 

Apa Saja Gejala yang Dirasakan Sesudah Operasi Robekan ACL?

Setelah menjalani operasi cedera ACL, pasien umumnya masih merasakan beberapa keluhan sebagai bagian dari proses pemulihan. Gejala-gejala ini bersifat wajar dan akan berkurang secara bertahap dengan rehabilitasi yang tepat.

Nyeri pada lutut merupakan keluhan yang paling sering dirasakan setelah operasi cedera ACL, terutama pada minggu-minggu awal. Nyeri ini biasanya meningkat saat lutut digerakkan atau saat mulai belajar berjalan kembali.

Pembengkakan lutut juga sering muncul sesudah operasi cedera ACL. Pembengkakan terjadi sebagai respons alami tubuh terhadap pembedahan dan dapat berlangsung selama beberapa minggu. Selain itu, lutut sering terasa kaku, terutama setelah lama tidak bergerak atau saat bangun tidur.

Sebagian pasien juga merasakan kelemahan pada otot paha dan rasa tidak percaya diri saat menumpu berat badan pada kaki yang dioperasi. Rasa takut lutut “copot” atau tidak stabil setelah operasi cedera ACL juga sering muncul, terutama sebelum kekuatan dan kontrol otot kembali optimal.

 

Bagaimana Tahapan Rehabilitasi Sesudah Operasi Robekan ACL?

Rehabilitasi setelah operasi cedera ACL merupakan proses jangka menengah hingga panjang yang harus dilakukan secara bertahap dan terkontrol. Setiap fase memiliki tujuan yang berbeda dan saling berkesinambungan.

  1. Tahap awal (0–2 minggu)

Pada tahap awal rehabilitasi sesudah operasi cedera ACL, fokus utama adalah mengurangi nyeri dan pembengkakan serta melindungi hasil operasi. Latihan yang diberikan biasanya berupa gerakan lutut ringan, aktivasi otot paha, dan latihan sederhana untuk menjaga sirkulasi darah.

  1. Tahap menengah (2–6 minggu)

Pada fase ini, rehabilitasi setelah operasi cedera ACL mulai difokuskan pada peningkatan rentang gerak lutut dan kekuatan otot. Pasien mulai dilatih untuk berdiri, duduk, dan berjalan dengan teknik yang benar. Latihan keseimbangan ringan juga mulai diperkenalkan.

  1. Tahap lanjut (6 minggu–3 bulan)

Rehabilitasi sesudah operasi cedera ACL pada tahap lanjut bertujuan mengembalikan fungsi lutut dalam aktivitas sehari-hari. Latihan menjadi lebih menantang, mencakup penguatan otot, kontrol gerak, dan koordinasi.

  1. Tahap lanjutan fungsional (di atas 3 bulan)

Pada tahap ini, rehabilitasi setelah operasi cedera ACL diarahkan untuk mempersiapkan pasien kembali ke aktivitas fisik yang lebih berat, termasuk olahraga, dengan risiko cedera ulang yang minimal.

 

Kapan Saya Boleh Berjalan Setelah Operasi Robekan ACL?

Waktu untuk mulai berjalan setelah operasi cedera ACL sangat bergantung pada kondisi lutut dan arahan tim rehabilitasi. Pada banyak kasus, pasien sudah diperbolehkan berjalan dengan bantuan alat dalam beberapa hari pertama setelah operasi cedera ACL.

Namun, beban pada lutut diberikan secara bertahap. Berjalan tanpa alat bantu biasanya diperbolehkan setelah kekuatan otot, kontrol lutut, dan pembengkakan membaik. Dokter rehabilitasi akan menilai kesiapan pasien untuk berjalan normal setelah operasi cedera ACL berdasarkan pemeriksaan fungsional.

Yang terpenting, proses berjalan setelah operasi cedera ACL tidak boleh dipaksakan. Rehabilitasi yang terlalu cepat dan tidak terkontrol justru meningkatkan risiko nyeri berkepanjangan dan cedera ulang.

Operasi cedera ACL merupakan langkah penting untuk mengembalikan stabilitas lutut, tetapi keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh rehabilitasi yang tepat. Dengan mengikuti tahapan rehabilitasi secara disiplin dan terarah, sebagian besar pasien dapat kembali berjalan, beraktivitas, dan berolahraga dengan aman setelah operasi cedera ACL.

Pendampingan oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi sangat dianjurkan agar program pemulihan setelah operasi cedera ACL sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap individu.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui