Penyakit radang sendi biasanya identik dengan orang tua atau lansia, tetapi ada satu jenis penyakit radang sendi yang dapat diderita anak-anak, yaitu juvenile arthritis.
Apa itu Juvenile Arthritis?
Juvenile arthritis adalah bentuk radang sendi anak yang paling sering.

Sumber gambar: www.dailymirror.lk
Arthritis yang terjadi menyebabkan:
- Sendi mengalami peradangan
- Sendi menjadi kaku (kontraktur)
- Sendi mengalami kerusakan
- Perubahan pertumbuhan sendi
Pada sebagian kasus, gejala juvenile arthritis hanya ringan dan tidak menjadi penyakit sendi yang berat. Akan tetapi radang sendi pada anak yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan sendi dan jaringan yang serius. Penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah pertumbuhan dan perkembangan tulang yang permanen, sehingga anak dapat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau memakai pakaian.
Penyebab Radang Sendi Anak
Penyebab pasti dari radang sendi pada anak tidak diketahui.
Para ahli meyakini sebagian anak memiliki gen yang membuat mereka cenderung terkena penyakit ini. Paparan terhadap sesuatu dari luar (misalnya virus) kemungkinan dapat mencetuskan juvenile arthritis pada anak. Juvenile arthritis biasanya tidak diturunkan, sehingga jarang dialami beberapa anak dalam satu keluarga.
Apa Gejala Radang Sendi pada Anak?
Gejala dapat berbeda pada setiap anak, dan dapat hilang timbul. Terkadang gejala memburuk (flare), kemudian menghilang. Beberapa anak dapat sering mengalami flare, sedangkan anak yang lain hanya satu atau dua kali kemudian gejala tidak pernah muncul kembali.
Gejala radang sendi pada anak antara lain:
- nyeri sendi di pagi hari, yang membaik di sore hari
- sendi membengkak, kaku
- demam
- kelelahan
- tidak nafsu makan
- ruam
- mata meradang
- otot-otot dan jaringan lunak di sekitar sendi menjadi lemah karena tidak digunakan bila anak tidak dapat berlari atau bermain seperti biasanya
- beberapa anak memiliki masalah pertumbuhan karena sendi dapat tumbuh tidak seimbang di satu sisi. Hal ini dapat membuat satu tungkai atau lengan lebih panjang dibandingkan sisi yang lain. Secara umum pertumbuhan juga melambat
Bagaimana Mengetahui Anak Terkena Juvenile Arthritis?
Radang sendi pada anak didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik dan tinjauan dari gejala, hasil pemeriksaan rontgen, dan laboratorium.
Anak harus diperiksa secara menyeluruh, terutama oleh dokter ahli rheumatologi anak dan mendapatkan penanganan yang mencukupi.
Diagnosis dan penanganan cepat dapat membantu:
- mengendalikan peradangan
- meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan
- mencegah kerusakan sendi
- mempertahankan kemampuan anak untuk bergerak atau beraktivitas
Pemeriksaan Ultrasound
Pemeriksaan ultrasound dilakukan untuk memeriksa sendi, untuk menentukan peradangan yang terjadi.
Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Sumber gambar: blog.cincinnatichildrens.org
Pemeriksaan MRI dilakukan untuk menetukan derajat peradangan, dan memeriksa apakah ada perubahan struktur dan cedera.
Apa Pengobatan Radang Sendi pada Anak?
Pengobatan radang sendi pada anak melibatkan banyak terapi, termasuk obat-obatan, aktivitas fisik, terapi tambahan seperti akupuntur, pijat, dan mengubah pola makan menjadi lebih sehat.
Penanganan Non-Bedah
- Obat-obatan
Penanganan yang paling penting dari radang sendi pada anak adalah obat-obatan. Anak bisa memerlukan obat selama beberapa tahun hingga radang sudah tidak aktif.
- Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Golongan obat ini paling sering direkomendasikan. Contoh obat golongan ini adalah ibuprofen dan naproxen. OAINS terutama digunakan untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri dan kaku.
- Disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs) diberikan bila OAINS tidak meredakan gejala.
- Agen biologis digunakan bila DMARDs tidak mencukupi, tetapi terkadang digunakan di awal bila penyakit sangat berat.
- Kortikosteroid dapat menangani penyakit juvenile arthritis dengan cepat. Akan tetapi efek sampingnya kurang baik untuk anak karena dapat mengganggu pertumbuhan, meningkatkan berat badan, membuat tulang menjadi lemah, dan anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi.
- Penanganan selain obat
- Olahraga
Olahraga teratur adalah kunci untuk mengatasi kaku dan nyeri sendi. Aktivitas low-impact dan ramah terhadap sendi seperti berjalan, berenang, bersepeda dan yoga dapat dilakukan. Anak dapat melakukan aktivitas apapun bila penyakitnya terkontrol dengan baik dan dizinkan oleh dokter.
- Terapi fisik
Terapi fisik dan terapi okupasi dapat memperbaiki kualitas hidup anak dengan mengajarkan mereka untuk tetap aktif dan bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari dengan mudah.
Terapi fisik dan okupasi untuk anak dengan juvenile arthritis atau radang sendi antara lain:
-
- Mengajarkan anak latihan penguatan dan fleksibilitas
- Membantu memperbaiki keseimbangan dan koordinasi
- Melakukan manipulasi tubuh
- Mengajarkan anak menggunakan alat bantu bila perlu (misalnya korset, bidai, dll)
- Gizi
Anak atau remaja dengan radang sendi wajib untuk menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengkonsumsi makanan yang sehat. Mengkonsumsi ikan, buah, sayur, minyak zaitun, dan menghindari makanan tinggi lemak, banyak gula dan makanan hasil proses, dapat membantu menghindari peradangan.
Penggunaan kompres hangat (atau mandi air hangat) dapat membantu meredakan nyeri sendi dan otot yang kaku. Kompres dingin dapat mengatasi nyeri akut dan mengurangi peradangan.
Terapi pijat dapat membantu mengurangi nyeri dan meredakan stress atau kecemasan.
Penanganan Pembedahan
Sebagian besar anak dengan radang sendi tidak memerlukan pembedahan atau operasi. Pada kasus yang sangat berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk memeperbaiki posisi sendi terutama bila sendi sudah berubah bentuk.
Referensi:
- https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/juvenile-arthritis/
- https://www.arthritis.org/diseases/juvenile-arthritis
- https://www.cdc.gov/arthritis/basics/childhood.htm
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.