Terapi Nyeri Bahu karena Cedera

Jumat, 11 Desember 2020
Flex Free
Jumat, 11 Desember 2020
Flex Free

Dalam keadaan normal, bahu memiliki rentang gerak yang luas, yang menjadikannya sebagai sendi yang paling banyak bergerak di tubuh. Akan tetapi karena fleksibilitas ini, bahu menjadi tidak stabil dan mudah sekali mengalami cedera.

Bahu tersusun dari dua tulang utama: ujung atas tulang lengan atas (humerus) dan bilah bahu (scapula). Ujung dari tulang humerus berbentuk bulat yang pas dengan celah seperti mangkuk di scapula.

anatomi bahu

Anatomi Bahu

Di sekitar bahu terdapat sekelompok otot dan ligamen. Ligamen menghubungkan tulang-tulang bahu. Tendon menghubungkan tulang-tulang dengan otot di sekitarnya.

Cedera Bahu yang Sering Terjadi

Sebagian besar cedera di bahu terjadi pada otot, ligamen dan tendon, dibandingkan dengan tulang.

Orang yang rentan mengalami cedera bahu adalah atlet karena banyak gerakan yang dilakukan berulang-ulang secara intensif.

  1. Instabilitas Bahu

Instabilitas bahu paling sering dialami oleh orang berusia muda dan atlet. Ketika otot dan ligamen teregang melebihi batas normal, bahu menjadi tidak stabil.

Pada anak-anak masalah ini mungkin bagian normal dari tumbuh kembang. Pada atlet, instabilitas bahu disebabkan oleh gerakan tertentu yang memerluan gaya besar pada bahu sehingga meregangkan ligamen.

Nyeri dapat muncul segera atau bertahap. Nyeri dirasakan ketika mengangkat lengan. Penderitanya juga dapat merasa bahunya seperti tergelincir dari tempatnya.

Terapi nyeri bahu karena instabilitas antara lain dengan istirahat, terapi fisik, rehabilitasi bahu, atau dengan operasi apabila penanganan non-pembedahan tidak dapat mengatasi masalah instabilitas.

Bahu juga bisa terkilir, seringkali terjadi ketika kita terjatuh sambil merentangkan tangan untuk menahan tubuh. Nyeri dapat sangat berat, bentuk bahu berubah, dan pergerakannya berkurang.

Terapi nyeri bahu karena terkilir bergantung pada keparahannya. Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan dapat dikompres dengan es segera setelah cedera.

Penggunaan sling lengan dapat membatasi gerakan sehingga ligamen yang cedera dapat menyembuh.

Terapi kemudian dilanjutkan dengan terapi fisik, pembedahan dilakukan apabila diperlukan.

Bahu juga dapat terlepas bila ligamen yang menahan tulang klavikula ke acromion robek. Bahu kemudian mengalami dislokasi.

Bahu yang mengalami dislokasi memerlukan penanganan segera. Untuk mengurangi nyeri, pembengkakan dan perdarahan, kompres bahu dengan es. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.  

  1. Robekan Rotator Cuff

Rotator cuff terdiri dari empat otot lengan atas yang memungkinkan gerakan mengangkat dan merotasi lengan. Robekan tendon rotator cuff menyebabkan tulang humerus tidak dapat bergerak dengan mudah di dalam socket sehingga gerakan mengangkat lengan dan menjauhkan lengan dari badan sulit dilakukan.

Sebagian besar cedera rotator cuff terjadi pada orang tua yang sebelumya pernah mengalami cedera bahu.

Tendon rotator cuff juga dapat cedera atau robek setelah mengangkat benda yang sangat berat dengan lengan terentang.  

Gejala utama adalah nyeri dan bila tendon robek, lengan tidak dapat diangkat sama sekali.  

Terapi nyeri bahu karena robekan tendon rotator cuff bergantung pada tingkat keparahannya. Bila robekan kecil, terapi mungkin cukup dengan metode PRICE (protect, rest, ice, compression dan elevation).

Bila robekan cukup berat diperlukan penanganan dengan pembedahan.

Setelah nyeri mereda, terapi kemudian dilanjutkan dengan terapi fisik.  

  1. Impingement

Impingement disebabkan oleh gesekan berlebihan dari otot bahu ke acromion.

Impingement dapat terjadi ketika melakukan gerakan mengangkat lengan di atas kepala secara berlebihan.

Sama seperti terapi nyeri bahu lainnya, terapi untuk impingement antara lain dengan mengistirahatkan lengan, penggunaan obat anti radang untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan dan latihan atau olahraga untuk mempertahankan rentang gerak normal dari sendi bahu dan untuk menguatkan otot-otot bahu.

  1. Frozen Shoulder

Frozen shoulder atau bahu kaku dapat terjadi pada siapapun, dengan kondisi penyakit apapun (diabetes, tiroid, penyakit jantung, atau Parkinson). Bahu kaku juga dapat terjadi setelah bahu yang cedera sembuh tetapi meninggalkan jaringan parut yang dapat mempengaruhi gerakan sendi bahu.

Gejala frozen shoulder adalah nyeri ketika menggerakkan bahu ke arah manapun.

Terapi nyeri bahu karena frozen shoulder bisa dengan obat anti nyeri, injeksi kortikosteroid, atau terapi fisik, bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

terapi nyeri bahu

Injeksi untuk Terapi Nyeri Bahu

  1. Penggunaan Berlebihan

Perubahan aktivitas berat tiba-tiba dapat membebani bahu sehingga bahu dapat kehilangan fleksibilitasnya. Hal ini sering dialami oleh orang usia pertengahan, terutama yang jarang berolahraga, tetapi ketika berolahraga langsung melakukan olahraga yang berat.

Terapi nyeri bahu karena penggunaan berlebihan dapat dengan istirahat, penggunaan obat anti radang dan latihan peregangan.

Tanda Bahaya Cedera Bahu

Berikut ini beberapa tanda penting dari cedera bahu yang harus Anda perhatikan:

  • Apakah bahu terasa kaku? Bisakah Anda memutar lengan ke semua arah seperti biasanya?
  • Apakah bahu terasa akan tergelincir dari tempatnya?
  • Apakah bahu terasa lemah?

Bila jawaban Anda “iya”, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Olahraga sebagai Terapi Nyeri Bahu

Olahraga atau latihan untuk bahu bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot bahu.

Sebelum melakukan latihan ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau terapis Anda untuk mengetahui latihan yang tepat, karena setiap nyeri bahu memiliki penyebab dan dapat memerlukan penanganan yang berbeda-beda.

  • Basic shoulder strengthening

Pasang tali elastis ke gagang pintu. Tarik tali ke arah tubuh dengan perlahan. Tahan selama lima detik. Ulangi lima kali pada setiap lengan. Lakukan dua kali sehari.

  • Wall push-ups

Berdiri menghadap dinding dengan tangan menempel di dinding dan kedua kaki sejajar bahu. Lakukan gerakan push-up perlahan-lahan.

Lakukan sebanyak lima kali. Tahan selama lima detik. Lakukan dua kali sehari.

  • Shoulder press-ups

Duduk tegak di kursi yang memiliki sandaran untuk lengan. Kedua kaki harus menapak di lantai.

Perlahan-lahan angkat badan dari kursi dengan menggunakan lengan untuk menahan berat badan. Tahan selama lima detik, ulangi lima kali. Lakukan dua kali sehari.

 

Terkadang nyeri bahu tidak dapat diketahui penyebabnya. Nyeri bahu juga bisa disebabkan oleh masalah pada bagian tubuh lain yang menjalar ke bahu, misalnya masalah pada leher (arthritis, herniasi diskus).

Bila nyeri tidak terlalu berat, coba untuk menyesuaikan aktivitas Anda sehari-hari, konsumsi obat anti radang dan lakukan peregangan.

Apabila nyeri tidak membaik atau justru bertambah berat, segera konsultasikan dengan dokter.

Bila nyeri bahu berat atau terjadi setelah cedera, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

 

 

 

Referensi:

  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/common-shoulder-injuries
  • https://www.health.harvard.edu/pain/ouch-shoulder-pain-and-how-to-treat-it
  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=1&contentid=832
  • www.oaidocs.com (Gambar cover)

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561