Osteoporosis adalah sebuah kondisi ketika kepadatan tulang berkurang, sehingga tulang mudah retak atau patah.
Tulang seperti halnya jaringan tubuh yang lain, juga bisa mengalami kerusakan. Dalam tubuh, jaringan tulang yang rusak akan diganti dengan jaringan yang baru. Pada sekitar usia 30-an, produksi jaringan tulang yang baru ini akan mulai melambat, hingga pada akhirnya, proses pemecahan jaringan tulang yang rusak lebih cepat dibandingkan pembentukan jaringan baru, sehingga lubang-lubang tulang bertambah banyak atau menjadi keropos dan tidak lagi padat.

Penyebab pasti dari osteoporosis tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang diketahui ikut berperan pada kejadian osteoporosis, yaitu:
Ada hubungan langsung antara kurangnya hormon estrogen selama masa perimenopause dan menopause, dengan osteoporosis. Rendahnya kadar hormon tersebut dapat menyebabkan hilangnya massa tulang.
Sebagai rata-rata, wanita kehilangan hingga 10% kepadatan tulang pada 5 tahun pertama setelah menopause, dan sekitar satu dari dua wanita berusia lebih dari 60 tahun akan mengalami setidaknya satu retakan tulang akibat osteoporosis.
Osteoporosis adalah kondisi yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang ketika usianya bertambah. Akan tetapi kecepatan dan efek dari osteoporosis dapat dimodifikasi dengan diagnosis dan penanganan sejak dini.
Ketika memasuki masa menopause, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan kepadatan tulang (DXA scan). Pemeriksaan ini sangat mudah dan tidak sakit, yang serupa dengan pemeriksaan rontgen.
Setiap wanita yang memasuki usia 65 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Akan tetapi bila Anda memiliki faktor-faktor risiko tertentu, sebaiknya pemeriksaan dilakukan lebih awal.
Beberapa faktor risiko yang dimaksud antara lain:
Berikut ini kebutuhan kalsium dan vitamin D per hari berdasarkan usia:
Kebutuhan vitamin D bayi baru lahir hingga usia 1 tahun = 400 IU.
Selain itu, agar tetap sehat, tulang juga membutuhkan jumlah protein, vitamin K, vitamin C, magnesium, dan seng yang cukup.

Seperti halnya manfaat olahraga pada otot, olahraga dapat membuat tulang menjadi lebih kuat.
Olahraga di masa muda dapat membentuk tulang yang kuat dan olahraga di usia yang lebih tua dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang, bila diimbangi dengan nutrisi yang baik. Manfaat olahraga lainnya adalah memperbaiki keseimbangan dan koordinasi yang terutama baik bagi lansia untuk mencegah jatuh dan atau patah tulang.
Olahraga untuk memperbaiki kekuatan tulang bersifat spesifik lokasi. Misalnya, berjalan kaki akan meningkatkan kekuatan tulang tungkai dan tulang belakang, bukan pergelangan tangan.
Olahraga ‘weight bearing’ adalah olahraga yang dilakukan saat berdiri. Ketika kita berdiri, tulang mendapatkan tekanan sehingga bekerja lebih kuat. Olahraga ‘weight bearing’ misalnya:
Olahraga ‘weight-bearing’ harus dilakukan dengan teratur, tiga hingga empat jam seminggu, untuk membentuk tulang yang kuat.
Olahraga ‘kekuatan’ menggunakan tahanan agar otot bekerja lebih keras dan kemudian menjadi lebih kuat. Selain dapat meningkatkan massa otot, olahraga kekuatan juga memberikan tekanan pada tulang. Contoh olahraga kekuatan misalnya angkat berat, push up, dan olahraga menggunakan pita elastis.
Olahraga seperti yoga atau tai chi dapat membantu melatih fleksibilitas dan keseimbangan, meskipun tidak terlalu efektif untuk menguatkan tulang.
Asap rokok dapat merusak tulang dan menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Begitu juga dengan kafein, yang bila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurang dari 400 mg kafein per hari tidak meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan, termasuk osteoporosis.
400 mg kafein setara dengan:
Apabila Anda sudah terdiagnosis mengalami osteoporosis, penanganan yang akan diberikan oleh dokter diantaranya:
Referensi:
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 622125675561Klinik Flex-Free Tangerang
Aniva Junction, Jl Diponegoro No.5 Blok H, Medang, Pagedangan, Tangerang Regency, Banten 15334
Open with Map Chat via WhatsApp Call: 02138934277