Nyeri tumit muncul ketika berat badan bertumpu pada salah satu atau kedua tumit. Sejatinya tumit bisa menopang berat badan saat berdiri atau berjalan. Namun tumit bisa terasa sakit akibat tekanan yang berlebihan pada kaki sehingga jaringan sensitif di kaki menjadi terganggu.
Jika dibiarkan tanpa ditangani dengan cara yang tepat, nyeri pada tumit ini bisa menyebabkan penderitanya kesulitan berjalan dan mengganggu saat beraktivitas. Melalui artikel ini akan dibahas tuntas penyebab, tanda dan keluhan, hingga cara penanganan yang tepat untuk meredakan nyeri.
Mengetahui penyebab tumit terasa nyeri bisa menjadi langkah awal yang sangat krusial sebagai bentuk pencegahan dini agar rasa nyeri tidak semakin parah. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab tumit mengalami nyeri,di antaranya:
Penyebab umum nyeri tumit adalah karena plantar fasciitis yang mengalami kerusakan, peradangan, dan menebal akibat tekanan berlebih. Plantar fasciitis adalah jaringan tebal dan fleksibel yang menghubungkan antara tulang tumit dengan tulang lain di telapak kaki, dan berfungsi sebagai penyerap benturan.
Achilles tendinitis adalah peradangan yang terjadi di tendon achilles yang merupakan urat besar di belakang pergelangan kaki penghubung tulang tumit dan otot betis. Achilles tendinitis sering terjadi karena olahraga, dan terasa semakin sakit saat naik tangga atau berdiri dengan ujung jari kaki.
Aktivitas fisik berlebih seperti olahraga intens, banyak melompat, berlari jarak jauh, berjalan jauh, atau berdiri terlalu lama dapat menyebabkan tekanan berlebih pada tumit. Kondisi ini memicu rasa nyeri, iritasi, dan peradangan pada tumit.
Nyeri tumit juga bisa disebabkan karena bursitis yang merupakan peradangan pada kantong sendi di sekitar tumit. Umumnya bursitis terjadi setelah Anda berdiri terlalu lama.
Heel spur atau taji tumit adalah penonjolan tulang kecil di bawah tumit akibat terjadinya tekanan atau tarikan otot secara berulang. Kondisi ini sering kali muncul bersamaan dengan plantar fasciitis.
Menggunakan alas kaki yang tidak mendukung struktur kaki menjadi penyebab orang mengalami nyeri pada tumit. Alas kaki yang tidak nyaman akan memperburuk tekanan pada tumit hingga akhirnya memicu rasa nyeri dan sakit saat berjalan.
Berat badan berlebih atau obesitas memberikan tekanan ekstra yang signifikan pada tumit. Peningkatan tekanan ini menyebabkan plantar fascia bekerja lebih keras untuk menopang tubuh sehingga meningkatkan risiko tumit mengalami peradangan dan memicu rasa nyeri.
Orang dengan aktivitas yang memungkinkan untuk berdiri dalam waktu lama, dan menggunakan sepatu hak tinggi lebih rentan tumit terasa nyeri. Selain itu latihan berulang yang memberikan tekanan berlebih pada lutut juga rentan merasakan nyeri pada tumit, contohnya:
Sebenarnya nyeri tumit bisa sembuh dengan sendirinya setelah mengistirahatkan kaki. Namun sayangnya masih banyak orang mengabaikan tanda dan keluhan nyeri yang dirasakan. Padahal gejala berikut ini tidak boleh diabaikan karena nyeri bisa bertambah parah dan memicu penyakit kaki lainnya.
Penyakit nyeri pada sendi sebenarnya termasuk pada keluhan kaki yang umum terjadi. Meskipun begitu nyeri pada tumit perlu ditangani dengan penanganan yang tepat untuk mencegah nyeri yang dialami penderita semakin memburuk. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, bisa mengikuti cara di bawah ini:
Istirahatkan tumit dengan mengangkatnya ke posisi yang lebih tinggi dari dada ketika berbaring. Jika memungkinkan, Anda juga perlu mengistirahatkan kaki dengan duduk sejenak setiap 30-60 menit. Jika harus berdiri lama, bisa menggunakan kursi atau bangku kecil untuk bergantian mengangkat satu kaki.
Kompres dingin bisa membantu mengatasi nyeri tumit dan mengurangi peradangan. Kompres selama 15-20 menit pada area tumit yang nyeri dengan kompres es atau membungkus es menggunakan kain untuk menghindari kontak langsung dengan kaki. Lakukan kompres setidaknya sebanyak 2 kali sehari.
Gunakanlah alas kaki yang nyaman seperti tidak sempit, memiliki bantalan yang nyaman, dan memiliki hak yang rendah. Pilih alas kaki yang memiliki sol empuk dengan dukungan lengkungan kaki yang tepat untuk mengurangi tekanan pada tumit dan mencegah timbulnya rasa nyeri berulang.
Menggunakan bantalan tumit pada alas kaki dapat membuat orang dengan keluhan ini semakin nyaman ketika berjalan atau beraktivitas. Bantalan ini juga dapat menyerap tekanan dan mengurangi beban pada tumit sehingga nyeri bisa berkurang dan mempercepat pemulihan.
Bagi penderita nyeri tumit hindari untuk beraktivitas yang menjadi pemicu nyeri. Contohnya, berjalan, berdiri terlalu lama, berlari di permukaan keras, dan memakai sepatu hak tinggi terlalu lama. Namun jika terpaksa untuk melakukan aktivitas tersebut, maka segeralah untuk mengistirahatkan tumit.
Berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada kaki. Dengan mempertahankan berat badan tetap ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada tumit. Alhasil nyeri pada tumit bisa berkurang secara signifikan.
Lakukan peregangan ringan pada kaki terutama otot betis dan telapak kaki. Peregangan kaki bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas, mengurangi ketegangan pada otot jaringan penghubung, dan mempercepat pemulihan. Peregangan ini disarankan dilakukan sebelum dan sesudah beraktivitas berat.
Fisioterapi bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri tumit. Fisioterapi ini bertujuan untuk memperkuat otot dan jaringan lain pada kaki, mengembalikan fleksibilitas otot betis dan plantar fascia. Selain itu dengan melakukan fisioterapi juga bisa mencegah penderita nyeri mengalami cedera kaki ketika beraktivitas.
Terakhir atasi nyeri pada tumit dengan mengkonsumsi obat anti nyeri. Obat ini bermanfaat untuk meredakan tanda-tanda peradangan termasuk nyeri dan bengkak. Namun konsumsi obat sesuai petunjuk dokter untuk mencegah terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Contoh obat nyeri untuk tumit adalah:
Meskipun nyeri pada tumit bisa diatasi dengan perawatan mandiri, tetapi beberapa kondisi seperti di bawah ini perlu dilakukan pemeriksaan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi dan masalah kaki lainnya.
Nyeri tumit yang ditangani dengan penanganan mandiri maupun medis dengan tepat maka membantu mengurangi rasa nyeri yang dialami. Segera konsultasikan nyeri pada tumit dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Flex Free Clinic untuk mendapatkan tindakan perawatan yang tepat.
Sumber:
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.
Klinik Flex-Free Jakarta Utara
Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421Klinik Flex-Free Bandung
Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806Klinik Flex-Free Jakarta Selatan
The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561