Saraf Kejepit Leher, Gejala hingga Penanganannya

Senin, 20 Juli 2026
dr. Vidya Hartiansyah
Senin, 20 Juli 2026
dr. Vidya Hartiansyah

Saraf kejepit adalah kondisi ketika jaringan-jaringan di sekitar saraf (misalnya tulang, otot, tulang rawan) menekan saraf. Saraf kejepit dapat terjadi di bagian tubuh manapun, termasuk di leher.

Penyebab Saraf Kejepit Leher

Saraf kejepit pada leher adalah kondisi saat akar saraf di leher terjepit dan mengalami peradangan. Hal ini sering menimbulkan nyeri tajam di leher, punggung atas, atau lengan, serta kesemutan atau mati rasa di area tersebut.

  1. Perubahan Degeneratif

Bantalan di antara tulang belakang (diskus) juga mengalami proses penuaan. Tingginya akan berkurang dan mulai menonjol. Kandungan air di dalamnya akan berkurang dan menjadi lebih kaku.

Ketika tinggi diskus berkurang, jarak antar tulang belakang akan berkurang dan tubuh merespons dengan membentuk tulang baru (bone spur) di sekitar diskus sebagai penguat.

Bone spur dapat membuat lubang di tulang belakang menyempit, dan kemudian menjepit saraf.

  1. Cedera

Cedera pada tulang belakang leher dapat menyebabkan lapisan terluar diskus melemah atau pecah, dan bagian dalam diskus menonjol keluar.

Penonjolan diskus dapat menekan saraf terdekat, dan dapat muncul gejala nyeri dan kelemahan pada area yang dipersarafi.

saraf kejepit

Gejala Saraf Kejepit Leher

Saraf yang keluar dari leher memanjang ke bagian tubuh seperti bahu, lengan, dada, dan punggung atas. Apabila ada saraf di leher yang terjepit, gejala yang muncul dapat menjalar dari leher ke salah satu atau beberapa bagian tubuh di atas. Saraf kejepit di leher biasanya hanya mengenai satu sisi tubuh.

saraf leher

Gejala saraf kejepit di leher antara lain:

  • nyeri, nyeri dapat terasa tajam atau seperti terbakar
  • kebas atau mati rasa
  • kesemutan
  • otot lemah
  • refleks menurun

Bila ada gejala-gejala saraf kejepit leher, Anda dapat melakukan tindakan berikut:

  1. Jaga posisi leher selalu di posisi yang benar (posisi wajah menghadap ke depan dan tidak menunduk)
  2. Gunakan kompres dingin untuk meredakan nyeri, dan kompres hangat (kain atau handuk yang dibasahi air hangat) untuk mengompres leher dan bahu, untuk merelaksasi otot-otot yang tegang

Bila tidak ada perubahan dengan tindakan di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang Anda butuhkan.

 

Penanganan Saraf Kejepit Leher

Sebagian besar kasus saraf leher terjepit dapat membaik tanpa pengobatan spesifik dalam 8–12 minggu.

Bila gejala menetap atau bertambah, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan seperti berikut ini, yang dapat berbeda-beda pada setiap pasien (bergantung pada kondisi penyakit):

  1. Imobilisasi

Penggunaan korset leher (cervical collar) selama periode waktu singkat, dapat membantu membatasi gerakan leher dan mengurangi iritasi akar saraf.

  1. Kompres dingin dan/atau hangat

Kompres dingin atau hangat di leher dapat membantu meredakan nyeri. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

Jangan tempelkan es langsung ke kulit, gunakan handuk atau kain untuk membungkus untuk menghindari luka di kulit, dan batasi hanya 15–20 menit setiap kali mengompres. Lakukan setiap 2 jam sekali.

  1. Obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu mengatasi keluhan nyeri dan radang, sehingga dapat membantu meredakan gejala saraf kejepit, misalnya:

  • obat anti-inflamasi non steroid misalnya ibuprofen (baca aturan pakai).
  • kortikosteroid oral (diminum) jangka pendek dapat membantu meredakan nyeri dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan di sekitar saraf yang terjepit.
  1. Terapi Fisik

Memperbaiki kekuatan dan fleksibilitas leher dan punggung dapat membantu menjaga postur tubuh lebih baik dan lebih tahan terhadap nyeri. Terapi fisik dimulai dengan latihan rentang gerak yang lembut, kemudian ditingkatkan dengan menambah latihan penguatan dan pengkondisian setelah gejala akut hilang.

  1. Cervical epidural steroid injection/cervical ESI

Cervical ESI adalah penyuntikan obat anti radang (steroid) ke dalam rongga epidural di sekitar saraf tulang belakang leher. Tujuannya untuk mengatasi nyeri yang disebabkan iritasi dan peradangan akar saraf di leher.

  1. Terapi dekompresi

Terapi dekompresi menggunakan alat tarik khusus untuk menambah ruang antar tulang belakang leher, sehingga tekanan antara ruas tulang belakang dan diskus (bantalan tulang belakang) berkurang.

Banyak pasien merasakan manfaat dari terapi kombinasi, misalnya injeksi steroid, untuk meredakan nyeri sehingga pasien dapat melakukan terapi fisik untuk bebas nyeri jangka panjang.

Pada sebagian besar kasus, pasien yang mendapatkan pengobatan tanpa operasi memiliki prognosis yang baik dan gejala akan menghilang. Akan tetapi pada hampir sepertiga pasien, gejala muncul kembali setelah sebelumnya mengalami perbaikan.

 

Operasi untuk Saraf Kejepit Leher

Operasi direkomendasikan bila keluhan sangat berat dan tidak menghilang meskipun sudah dilakukan berbagai tindakan lainnya selama setidaknya 6–12 minggu, atau bila ada masalah saraf yang sangat berat atau memburuk.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui