Sakit di Belikat, Penyebab, Sindroma Skapulokostal, dan Cara Menanganinya

Rabu, 08 April 2026
dr. Ferdinand Dennis Kurniawan, Sp.K.F.R
Rabu, 08 April 2026
dr. Ferdinand Dennis Kurniawan, Sp.K.F.R

Nyeri atau sakit di belikat adalah keluhan umum yang sering muncul setelah aktivitas sehari-hari. Rasa sakit di belikat bisa berupa sensasi tumpul, ngilu, atau bahkan rasa terbakar di sekitar tulang belikat (skapula). Beberapa kondisi bisa menyebabkan sakit di belikat, mulai dari masalah otot dan postur hingga gangguan saraf atau persendian. Artikel ini membahas penyebab umum sakit di belikat, pengertian sindroma skapulokostal, penanganan nyeri di rumah, serta rehabilitasi sindroma skapulokostal secara komprehensif.

 

Penyebab Sakit di Belikat

Berbagai faktor dapat memicu sakit di belikat. Di antaranya:

  • Ketegangan Otot (Muscle Strain): Aktivitas berat atau gerakan tiba-tiba yang melibatkan bahu dan punggung atas (misalnya mengangkat beban berat, olahraga yang memutar bahu, atau mengangkat tangan berulang) dapat menegangkan otot-otot di sekitar skapula seperti trapezius atas, levator scapulae, dan rhomboid. Otot yang tegang dan kaku ini kemudian menimbulkan nyeri di area belikat.
  • Postur Tubuh yang Buruk: Duduk atau berdiri dengan posisi bungkuk (forward head posture) atau bahu yang membulat ke depan memengaruhi mekanika otot-otot punggung. Postur seperti ini memberi tekanan berlebih pada otot scapular. Lama-kelamaan, kondisi postur membungkuk sering memicu sakit di belikat karena otot-otot penopang bahu menegang terus-menerus.
  • Kejang Titik Pemicu (Trigger Points): Titik pemicu myofascial pada otot-otot leher dan punggung atas (misalnya otot levator scapulae dan upper trapezius) dapat memancarkan nyeri ke belikat. Trigger points ini sering muncul akibat stres, ketegangan emosional, atau postur menyamping leher saat tidur. Orang yang mengalami trigger point biasanya merasakan nyeri tajam atau kaku di belikat ketika area tersebut ditekan.
  • Nyeri Referred (nyeri alih): Masalah sendi tulang leher (cervical spine), seperti saraf kejepit atau diskus herniasi, kadang menimbulkan nyeri yang menyebar ke belakang pundak dan belikat. Begitu pula gangguan pada sendi bahu (seperti kapsul sendi yang kaku atau akromioklavikular) bisa terasa sebagai sakit di belikat.
  • Sindroma Skapulokostal: Ini adalah kondisi khusus yang sering menimbulkan sakit di belikat. Pada sindroma ini terjadi ketidakseimbangan gerak antara skapula dan tulang rusuk, atau adanya iritasi pada bursa dan otot di antara skapula dan dada. Hal ini bisa menimbulkan sensasi berderak (klik) saat menggerakkan bahu, atau nyeri konstan di belakang skapula. Kami akan bahas lebih detail di bagian selanjutnya.
  • Cedera atau Trauma: Pukulan keras ke punggung atas atau jatuh langsung menimpa bahu/belikat dapat menyebabkan nyeri tiba-tiba. Cedera otot atau robekan ligamen di sekitar skapula biasanya menimbulkan sakit di belikat segera setelah terjadinya benturan atau terpelintirnya lengan.

Secara keseluruhan, sakit di belikat umumnya terkait dengan otot-otot yang menahan atau menggerakkan skapula, postur yang kurang tepat, dan beban ulang pada bahu. Dengan mengenali penyebabnya, kita bisa menangani nyeri belikat lebih efektif.

 

Apa itu Sindroma Skapulokostal dan Mengapa Bisa Menyebabkan Sakit di Belikat?

Sindroma skapulokostal (juga dikenal sebagai scapulothoracic syndrome atau snapping scapula syndrome) adalah kondisi di mana terjadi gangguan fungsi antara skapula (tulang belikat) dan dinding dada (tulang rusuk dan otot-otot sekitarnya). Pada sindroma ini, otot dan bursa (kantung pelumas) di antara skapula dan rusuk mengalami iritasi atau peradangan. Akibatnya, gerakan skapula saat mengangkat atau menggerakkan lengan menjadi tidak mulus.

Pada penderita sindroma skapulokostal, sering timbul bunyi klik atau krek setiap kali menggerakkan bahu. Hal ini terjadi karena skapula “tertarik” atau “tersangkut” oleh jaringan yang menebal atau menonjol di bawahnya. Karena itu pula, aktivitas yang menekuk punggung (seperti mengangkat tangan di atas kepala, meraih sesuatu, atau punggung dibungkukkan) dapat menimbulkan sakit di belikat. Rasa sakit ini biasanya terasa di belakang bahu, di sepanjang garis skapula.

Faktor penyebab sindroma skapulokostal sering terkait dengan: kebiasaan postur yang membulatkan punggung atas, otot skapular yang lemah (seperti serratus anterior atau trapezius bagian bawah), atau cedera berulang pada daerah punggung atas. Misalnya, sering berdiri atau duduk membungkuk sambil mengetik komputer dalam waktu lama bisa memicu ketegangan kronis pada otot-otot scapula. Otot yang lemah atau tidak seimbang ini membuat tulang belikat bergerak tidak rata, sehingga tulang rusuk atau tonjolan tulang yang normal bisa menggesek bagian dalam skapula.

Karena itu, sindroma skapulokostal bisa dibilang sebagai penyebab “nyeri belikat kronis” akibat masalah mekanik antara skapula dan rusuk. Sindrom ini kerap dialami orang usia produktif yang banyak bekerja di depan komputer atau melakukan gerakan repetitif dengan bahu. Jika Anda pernah merasakan nyeri di belakang belikat saat menarik napas dalam atau memasang tangan ke dinding, sindroma ini mungkin penyebabnya. Pada beberapa kasus, bengkak ringan dan area yang terasa nyeri saat ditekan di sepanjang tepi skapula juga dapat muncul.

 

Bagaimana Penanganan Sakit di Belikat di Rumah?

Bila sakit di belikat terjadi ringan hingga sedang, banyak langkah sederhana di rumah yang dapat membantu meringankan keluhan:

  • Istirahat: Kurangi aktivitas yang memicu nyeri, terutama pekerjaan menekuk punggung lama (misalnya mengetik, melihat layar, memeluk bantal). Gantilah posisi duduk atau berdiri setiap 30–60 menit agar otot tidak tegang terus-menerus.
  • Kompres Panas atau Dingin: Letakkan kompres dingin (es) di area yang nyeri selama 10–15 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri awal. Setelah 1–2 hari atau jika sudah mulai kaku, Anda bisa beralih ke kompres hangat (handuk hangat atau botol berisi air hangat) untuk merelaksasi otot di sekitar belikat.
  • Peregangan dan Penguatan Ringan: Lakukan peregangan leher, bahu, dan punggung atas ringan untuk meredakan ketegangan otot. Misalnya, condongkan kepala ke samping atau depan secara perlahan sambil tangan bertumpu. Latihan ringan seperti menggerakkan bahu ke depan-bawah (shoulder rolls) atau memegangi ujung paha lalu mendongakkan dada juga membantu melenturkan otot. Setelah nyeri berkurang, lanjutkan dengan latihan penguatan otot-otot punggung atas (misalnya shoulder blade squeeze: tarik tulang belikat saling mendekat dan tahan beberapa detik).
  • Postur dan Ergonomi: Cobalah untuk memperbaiki postur tubuh saat duduk dan berdiri. Gunakan bantal kecil penyangga punggung atau kursi yang nyaman agar punggung tetap tegak. Pastikan monitor komputer sejajar mata dan lengan di posisi netral.
  • Analgesik Ringan: Obat anti nyeri yang dijual bebas (misalnya paracetamol atau ibuprofen) dapat diminum untuk mengurangi nyeri sementara. Pastikan mematuhi dosis tertera dan tidak dikonsumsi secara terus-menerus tanpa saran dokter. Krim atau gel pereda nyeri juga bisa dioleskan pada area belikat yang terasa sakit.
  • Pijat atau Myofascial Release: Pemijatan ringan di sekitar otot trapezius atau rhomboid yang tegang dapat mengurangi ketegangan. Anda bisa minta bantuan orang di sekitar untuk memijat lembut di sisi pundak sampai menapak belikat. Ada juga alat pijat punggung seperti bola pijat kecil yang bisa digelindingkan di bawah skapula untuk meluruhkan titik pemicu otot.
  • Latihan Pernapasan Dalam: Tarik napas dalam dengan mengembangakan dada dan perut. Pernapasan dalam ini sedikit membantu melepas ketegangan di sekitar skapula dan memperbaiki postur secara tak langsung.

Intinya, penanganan awal sakit di belikat di rumah fokus pada mengurangi beban pada bahu dan mengatasi ketegangan otot. Biasakan mengubah posisi kerja, lakukan peregangan berkala, dan gunakan panas/dingin untuk meringankan gejala. Jika setelah beberapa minggu upaya mandiri ini tidak membantu atau nyeri malah bertambah parah, segera pertimbangkan untuk konsultasi ke dokter.

 

Penanganan dan Rehabilitasi Sindroma Skapulokostal

Untuk sindroma skapulokostal yang menimbulkan nyeri belikat kronis, pengobatan umumnya melibatkan pendekatan konservatif berikut:

  • Terapi Fisik dan Latihan Penguatan: Pada tahap pertama rehabilitasi, fokus terletak pada memperbaiki postur dan menguatkan otot-otot penopang skapula. Fisioterapis akan mengajarkan latihan penguatan otot punggung atas bagian bawah seperti serpihan scapula (lower trapezius) dan otot serratus anterior. Latihan sederhana seperti wall slides (menggeser lengan ke atas dinding sambil menjaga punggung menempel), scapular pinches (menarik tulang belikat bersamaan ke belakang), serta push-up ringan dari dinding atau meja dapat memperbaiki mekanik pergerakan skapula. Penguatan otot-otot leher (deep neck flexors) dan pernapasan dalam juga dianjurkan karena otot-otot ini berperan menstabilkan dada bagian atas.
  • Peregangan Otot Terkait: Otot-otot yang sering kencang pada penderita sakit di belikat adalah pektoralis mayor/minor (dada), levator scapulae, upper trapezius, dan punggung atas (latissimus dorsi). Peregangan yang teratur, misalnya peregangan dada dengan menempelkan lengan ke dinding (doorway stretch) atau memiringkan leher secara terkontrol, membantu mengurangi tarikan otot ke tulang belikat. Peregangan serratus anterior dan rotator cuff juga disarankan untuk melancarkan alur gerak scapula.
  • Postural Training: Melatih kesadaran postur menjadi bagian penting. Fisioterapis akan mengajarkan cara duduk dan berdiri yang benar agar bahu tidak jatuh ke depan. Latihan kinesiotherapy seperti mirror feedback (mengamati postur di cermin) dan trigger point release di area bahu/ scapula dapat membantu pasien mengenali posisi bahu yang tepat. Alat bantu seperti penyangga punggung atau brace scapula sering digunakan sementara untuk menjaga posisi skapula selama otot dipulihkan kekuatannya.
  • Modulasi Nyeri: Selain latihan, perawatan simptomatis berguna meringankan nyeri. Dokter atau terapis mungkin merekomendasikan terapi gelombang ultrasonic, stimulasi listrik (TENS), atau terapi panas (di klinik fisioterapi) untuk mengurangi nyeri di belikat. Suntikan steroid ke dalam bursa skapulotorasik bisa dipertimbangkan jika ada peradangan lokal yang signifikan. Beberapa pasien juga memilih proloterapi (injeksi dekstrosa) atau PRP (Platelet Rich Plasma) untuk merangsang penyembuhan jaringan lunak di area skapula, meski ini masih berupa opsi tambahan dan bukan pengobatan utama.
  • Manajemen Aktivitas: Penderita diinstruksikan menghindari aktivitas yang memperburuk gejala, seperti mengangkat beban berat di atas bahu, gerakan repetitif tanpa istirahat, atau olahraga overhead intens tanpa pemanasan. Edukasi tentang ergonomi — misalnya setinggi apa seharusnya monitor komputer, jarak keyboard, tinggi meja, dan penggunaan kursi — membantu mencegah kambuhnya nyeri di belikat.
  • Latihan Lanjutan: Setelah nyeri berkurang dan kekuatan mulai membaik, latihan lanjutan dilakukan untuk mengembalikan fungsi penuh. Ini meliputi latihan propriosepsi bahu (keseimbangan saat lengan bergerak) dan penguatan fungsional (seperti squat dengan angkat beban di depan tubuh). Fokusnya adalah agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari atau olahraga tanpa nyeri.
  • Penanganan Lanjutan: Dalam kasus jarang di mana semua tatalaksana konservatif gagal setelah 3–6 bulan, dokter spesialis ortopedi atau rehabilitasi mungkin menyarankan prosedur artroskopi bursectomy (membersihkan bursa yang meradang) atau membenahi tonjolan tulang skapula yang menghambat gerak. Namun, sebagian besar pasien pulih dengan pendekatan non-bedah.

Secara keseluruhan, penanganan sindroma skapulokostal berfokus pada koreksi otot dan postur yang tidak seimbang. Dengan program latihan terstruktur yang diawasi terapis, disertai pengontrolan nyeri dan modifikasi gaya hidup, kebanyakan pasien mengalami perbaikan signifikan dalam sakit di belikat dan kemampuan bergerak tanpa terganggu.


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561
WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui