Banyak orang tiba-tiba merasakan atau melihat benjolan belakang lutut ketika berdiri. Benjolan di lipatan belakang lutut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, yang paling umum adalah kista Baker (kista popliteal). Artikel ini akan menjelaskan penyebab benjolan belakang lutut, apa itu kista Baker dan penyebabnya, gejala yang muncul, serta langkah penanganan awal yang bisa Anda lakukan di rumah. Semua dijelaskan dengan bahasa awam untuk pembaca dewasa.
1) Apa Penyebab Benjolan Belakang Lutut ?
Benjolan di belakang lutut bisa muncul karena beberapa hal, di antaranya:
- Kista Baker (kista popliteal): Ini adalah penyebab tersering benjolan belakang lutut. Kista Baker adalah kantung berisi cairan sendi yang menonjol keluar dari sendi lutut ke arah lipatan lutut. Biasanya terbentuk karena ada masalah di dalam lutut (radang atau cedera sendi) yang menyebabkan cairan sendi menumpuk.
- Bengkak karena peradangan: Radang sendi pada lutut (osteoarthritis atau rheumatoid arthritis) atau robekan struktur dalam lutut (seperti meniskus atau ligamen) dapat memicu cairan sinovial berlebihan dan membentuk benjolan.
- Lipoma atau Tumor Jinak: Lemak atau jaringan lunak yang tumbuh di sekitar lutut bisa menjadi benjolan. Namun lipoma biasanya tidak menimbulkan nyeri.
- Pembuluh Darah Varises atau Kista Lain: Kadang-kadang varises (pembuluh darah balik yang melebar) atau kista dari sendi lainnya bisa menyerupai benjolan di daerah lutut.
- Cedera atau Pendarahan: Trauma pada lutut bisa menyebabkan peradangan atau hematoma (kumpulan darah) yang tampak seperti benjolan sementara.
Secara sederhana, benjolan belakang lutut sering kali disebabkan oleh akumulasi cairan atau pertumbuhan jaringan di sekitar sendi. Namun penyebab paling khas adalah kista Baker, jadi kita akan fokus ke sana.
2) Apa Itu Kista Baker dan Apa Penyebabnya ?
Kista Baker (atau kista popliteal) adalah kantung atau benjolan berisi cairan yang muncul di lipatan belakang lutut. Namanya diambil dari nama dokter yang pertama kali menggambarkannya. Kista ini berisi cairan sinovial, yaitu pelumas sendi lutut.
Kista Baker terbentuk ketika cairan sinovial di sendi lutut diproduksi terlalu banyak dan menekan ke belakang lutut melalui lapisan sendi yang lemah. Penyebab cairan berlebih di lutut antara lain:
- Radang Sendi: Penyakit seperti osteoarthritis (pengikisan sendi karena usia) dan rheumatoid arthritis (radang sendi autoimun) bisa merangsang produksi cairan sendi berlebihan
- Kerusakan Struktur Lutut: Robekan meniskus (tulang rawan lutut), ligamen yang robek (ACL, PCL), atau cedera lutut lain akan memicu peradangan dan penumpukan cairan sendi
- Gout atau Lupus: Penyakit lain yang memicu peradangan sendi atau pembentukan kristal (seperti asam urat) juga bisa menyebabkan kista Baker.
- Usia dan Trauma Berulang: Orang usia 35–70 tahun lebih berisiko karena degenerasi sendi alami. Pernah mengalami cedera lutut atau peradangan berulang meningkatkan risiko kista Baker
Jadi, kista Baker sejatinya adalah penumpukan cairan sendi di belakang lutut akibat peradangan atau kerusakan sendi. Cairan ini datang dari sendi lutut dan menekan keluar melalui lapisan sendi yang melemah. Kondisi ini sering ditemukan pada orang dengan arthritis lutut atau yang pernah cedera lutut.
3) Apa Gejala Benjolan Belakang Lutut karena Kista Baker ?
Pada banyak kasus, kista Baker tidak menimbulkan gejala apa pun kecuali terlihat atau terasa benjolan di belakang lutut. Bila gejala muncul, umumnya meliputi:
- Benjolan di Belakang Lutut: Terasa bulat lembek saat disentuh di lipatan lutut. Benjolan ini lebih mudah dilihat atau terasa bila berdiri atau menekuk lutut. Seringkali terasa makin menonjol saat berjalan atau setelah beraktivitas
- Nyeri atau Ketegangan Lutut: Beberapa orang merasakan nyeri tumpul di belakang lutut, terutama saat lutut digerakkan. Rasa pegal atau terbakar juga bisa muncul di area lutut bagian belakang karena adanya tekanan pada jaringan sekitarnya.
- Kekakuan dan Keterbatasan Gerak: Karena ada cairan ekstra di belakang lutut, lutut bisa terasa kaku dan kurang leluasa untuk ditekuk penuh. Beban pada lutut juga meningkat, sehingga lutut lebih cepat pegal setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas berat.
- Pembengkakan Lutut: Terkadang lutut bagian depan ikut sedikit bengkak karena produksi cairan sendi yang berlebihan.
Gejala pada Kaki: Jika kista cukup besar, aliran darah ke betis bisa sedikit tertekan, menyebabkan kaki terasa berat atau kesemutan. Ini jarang terjadi kecuali kista sangat besar.
Perlu dicatat, gejala kista Baker bisa semakin parah bila berdiri atau berjalan lama
. Jika kista tiba-tiba pecah, cairan akan mengalir ke betis, menyebabkan nyeri dan bengkak di betis mendadak (mirip gejala pembekuan darah), namun ini jarang terjadi.
Karena gejalanya menyerupai banyak kondisi lain, penderita dengan benjolan di belakang lutut dan gejala seperti nyeri atau kesulitan menekuk lutut disarankan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan memastikan apakah benar penyebabnya kista Baker atau kondisi lain.
4) Apa Saja Penanganan Awal Benjolan Belakang Lutut karena Kista Baker ?
Penanganan awal kista Baker umumnya bersifat konservatif (non-bedah) karena banyak kasus akan membaik dengan sendirinya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Istirahat dan Modifikasi Aktivitas: Kurangi aktivitas yang memberi beban berat pada lutut sementara waktu. Hindari berdiri atau berjalan lama tanpa istirahat. Jika lutut sudah terasa nyeri, berbaring dengan kaki sedikit terangkat juga membantu.
- Kompres Es: Tempelkan es (atau kompres dingin lain) yang dibungkus handuk pada benjolan di belakang lutut selama 15-20 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
- Obat Pereda Nyeri: Konsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri dan pembengkakan. Ikuti dosis yang dianjurkan. Obat pereda sakit biasa (paracetamol) juga bisa dipakai bila perlu.
- Pemasangan Penopang Lutut: Gunakan penyangga lutut atau perban elastis untuk memberikan dukungan ringan agar lutut tidak terlalu tegang. Penyangga sederhana ini membantu mengurangi beban di lutut saat berdiri atau jalan.
- Elevasi Kaki: Selama berbaring, letakkan kaki di posisi lebih tinggi dari kepala (misal menggunakan bantal) untuk membantu meredam pembengkakan.
- Latihan Ringan: Setelah nyeri mereda, lakukan latihan penguatan otot dan peregangan ringan untuk lutut (contoh: meluruskan kaki, mengencangkan otot paha depan) agar sirkulasi cairan sendi lancar. Latihan harus dilakukan perlahan dan tidak memicu nyeri.
Banyak kasus kista Baker akan membaik dalam beberapa minggu dengan penanganan di atas. Namun bila penanganan awal tidak cukup, ada langkah lanjutan:
- Aspirasi Cairan: Dokter dapat mengeluarkan cairan dari kista menggunakan jarum suntik di bawah panduan USG. Tindakan ini mengurangi benjolan dan nyeri sesaat, namun kista bisa muncul lagi jika penyebab utamanya (radang lutut) belum ditangani.
- Injeksi Kortikosteroid: Dokter mungkin menyuntikkan obat anti-radang kuat ke sendi lutut untuk mengurangi peradangan. Ini mengurangi produksi cairan sendi yang berlebihan.
- Fisioterapi: Terapi fisik bertujuan memperbaiki kekuatan dan fleksibilitas lutut. Fisioterapis akan mengajarkan latihan khusus memperkuat otot paha, pinggul, dan meregangkan otot betis serta punggung bawah. Latihan ini membantu mengurangi tekanan pada kantung kista.
- Operasi: Jarang diperlukan. Jika kista sangat besar, mengganggu fungsi lutut berat, atau terus datang kembali, dokter bisa melakukan tindakan arthroscopic (operasi lubang kecil) untuk memperbaiki kerusakan dalam lutut (misalnya robekan meniskus) atau mengangkat kista. Prosedur ini biasanya dilakukan bila terapi lain gagal.
Sebagian besar penderita kista Baker cukup ditangani secara konservatif. Penanganan awal di rumah seperti istirahat, kompres es, dan obat pereda sudah banyak membantu. Namun jika benjolan makin besar atau nyeri tidak hilang, segera periksakan ke dokter spesialis. Dokter akan memastikan diagnosis (biasanya dengan USG atau MRI) dan memberikan penanganan yang sesuai.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.