Rehabilitasi Sesudah Operasi Robekan Meniskus : Panduan Lengkap Setelah Operasi Robekan Meniskus untuk Kembali Aktif

Rabu, 04 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K
Rabu, 04 Februari 2026
dr. Ferdinand Dennis K

Operasi robekan meniskus merupakan salah satu tindakan ortopedi yang cukup sering dilakukan pada sendi lutut, baik pada individu aktif, atlet, maupun populasi dewasa yang mengalami keluhan lutut akibat aktivitas harian. Setelah operasi robekan meniskus, proses pemulihan tidak berhenti di meja operasi. Justru, keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh rehabilitasi yang tepat dan bertahap setelah operasi robekan meniskus.

Artikel ini akan membahas secara menyeluruh mengenai penyebab robekan meniskus, keluhan yang sering dirasakan sesudah operasi robekan meniskus, tahapan rehabilitasi, serta kapan seseorang boleh kembali berjalan setelah operasi robekan meniskus, dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca awam dewasa.

1. Apa Saja Penyebab Robekan Meniskus ?

Meniskus adalah bantalan tulang rawan berbentuk setengah lingkaran yang berada di dalam sendi lutut. Struktur ini berfungsi sebagai peredam kejut, penstabil sendi, serta membantu distribusi beban saat berjalan dan beraktivitas. Robekan pada meniskus dapat terjadi karena berbagai sebab, yang pada akhirnya dapat berujung pada operasi robekan meniskus.

Penyebab paling umum robekan meniskus adalah gerakan memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki menapak di lantai. Kondisi ini sering terjadi pada olahraga seperti sepak bola, basket, futsal, atau aktivitas yang melibatkan perubahan arah mendadak. Pada kelompok ini, operasi robekan meniskus sering dilakukan karena robekan terjadi secara akut dan menimbulkan nyeri hebat.

Selain cedera olahraga, robekan meniskus juga dapat terjadi akibat proses degeneratif. Seiring bertambahnya usia, jaringan meniskus menjadi lebih rapuh dan elastisitasnya menurun. Aktivitas sederhana seperti jongkok, berdiri dari posisi duduk, atau naik turun tangga dapat memicu robekan tanpa trauma besar. Pada kondisi ini, operasi robekan meniskus dipertimbangkan bila keluhan menetap dan mengganggu fungsi.

Faktor lain yang berperan antara lain berat badan berlebih, kelainan bentuk lutut, kelemahan otot sekitar lutut, serta riwayat cedera lutut sebelumnya. Semua faktor ini meningkatkan tekanan pada meniskus dan memperbesar kemungkinan perlunya operasi robekan meniskus.

2. Apa Saja Gejala yang Dirasakan Sesudah Operasi Robekan Meniskus ?

Setelah menjalani operasi robekan meniskus, wajar bila pasien masih merasakan beberapa keluhan, terutama pada fase awal pemulihan. Gejala ini bukan berarti operasi gagal, melainkan bagian dari proses penyembuhan jaringan.

Keluhan yang paling sering dirasakan setelah operasi robekan meniskus adalah nyeri lutut, terutama saat bergerak. Nyeri biasanya berkurang secara bertahap seiring waktu dan latihan rehabilitasi. Selain itu, pembengkakan lutut juga sering muncul akibat reaksi alami tubuh terhadap tindakan operasi.

Kekakuan lutut merupakan keluhan lain yang sering dirasakan sesudah operasi robekan meniskus. Pasien mungkin merasa lutut sulit diluruskan atau ditekuk sepenuhnya, terutama setelah lama tidak bergerak. Kondisi ini akan membaik dengan latihan gerak yang terarah.

Beberapa pasien juga melaporkan rasa tidak stabil atau takut menumpu berat badan pada lutut yang dioperasi. Hal ini umumnya berkaitan dengan kelemahan otot dan belum optimalnya kontrol gerak setelah operasi robekan meniskus.

3. Bagaimana Tahapan Rehabilitasi Sesudah Operasi Robekan Meniskus ?

Rehabilitasi sesudah operasi robekan meniskus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan jenis tindakan operasi, kondisi pasien, serta tujuan fungsional sehari-hari.

  • Tahap awal (minggu 0–2)

Pada fase ini, fokus utama rehabilitasi setelah operasi robekan meniskus adalah mengurangi nyeri dan pembengkakan. Latihan yang diberikan bersifat ringan, seperti menggerakkan lutut secara perlahan, mengaktifkan otot paha, dan menjaga sirkulasi darah tetap baik.

  • Tahap menengah (minggu 2–6)

Setelah nyeri dan bengkak berkurang, rehabilitasi sesudah operasi robekan meniskus berlanjut pada peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak. Latihan mulai melibatkan gerakan fungsional ringan, seperti berdiri, duduk, dan latihan keseimbangan dasar.

  • Tahap lanjut (minggu 6 ke atas)

Pada tahap ini, rehabilitasi setelah operasi robekan meniskus bertujuan mengembalikan kemampuan aktivitas sehari-hari dan aktivitas fisik yang lebih menantang. Latihan difokuskan pada kekuatan, koordinasi, dan kontrol gerak lutut agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan aman.

4. Kapan Saya Boleh Berjalan Setelah Operasi Robekan Meniskus ?

Pertanyaan mengenai kapan boleh berjalan setelah operasi robekan meniskus sangat sering diajukan oleh pasien. Jawabannya bergantung pada jenis robekan dan teknik operasi yang dilakukan.

Pada sebagian kasus, pasien sudah diperbolehkan berjalan dengan bantuan dalam beberapa hari setelah operasi robekan meniskus. Namun, beban yang ditumpukan pada lutut biasanya dibatasi dan dilakukan secara bertahap.

Dokter rehabilitasi akan menentukan waktu yang tepat untuk berjalan penuh tanpa alat bantu setelah operasi robekan meniskus, berdasarkan evaluasi nyeri, pembengkakan, kekuatan otot, dan stabilitas lutut. Terburu-buru berjalan tanpa panduan justru dapat menghambat proses penyembuhan.

Dengan rehabilitasi yang terarah dan disiplin, sebagian besar pasien dapat kembali berjalan normal dan melakukan aktivitas harian dengan nyaman setelah operasi robekan meniskus.

Keberhasilan operasi robekan meniskus tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah, tetapi juga oleh rehabilitasi yang tepat, terstruktur, dan berkelanjutan. Dengan memahami proses pemulihan dan mengikuti program rehabilitasi secara disiplin, pasien dapat kembali beraktivitas dengan aman dan optimal setelah operasi robekan meniskus.

Konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi sangat dianjurkan agar program pemulihan setelah operasi robekan meniskus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

 

 


Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561

Artikel lainnya

WhatsApp ×

Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi kami melalui