Pengobatan fraktur atau patah tulang dimulai dengan imobilisasi untuk menstabilkan tulang. Bentuk imobilisasi yang dilakukan dapat berbeda-beda bergantung pada jenis patah tulangnya.
Patah tulang yang stabil dan masih sejajar, biasanya hanya memerlukan penggunaan gips, sedangkan patah tulang yang terbuka, atau yang cukup berat, dapat memerlukan operasi atau pembedahan sebelum dilakukan imobilisasi.
Setelah mobilisasi, akan dilakukan pemeriksaan rontgen secara berkala untuk memnatau proses penyembuhan dan menentukan kapan gips atau alat lainnya bisa dibuka.
Fisioterapi setelah Patah Tulang
Fisioterapi setelah patah tulang dapat mempercepat penyembuhan, dan semakin cepat dilakukan, hasilnya akan semakin baik. Setelah imobilisasi tulang dilakukan, pasien perlu segera bergerak sebanyak mungkin untuk kembali mendapatkan kekuatan. Banyak bergerak juga dapat mengurangi risiko komplikasi, misalnya bekuan darah karena sirkulasi darah yang buruk.
Fisioterapi setelah patah tulang fokus pada:
- Mempercepat kesembuhan
- Menjaga kekuatan otot yang melemah
- Mempertahankan rentang gerak sendi yang terkena dan sekitarnya
- Mengurangi nyeri
- Memperbaiki stabilitas dan kemampuan melakukan aktivitas yang menggunakan berat badan
- Mengurangi bengkak
- Mencegah timbulnya komplikasi
Fisioterapi juga dapat memberikan dukungan dan motivasi selama masa penyembuhan setelah cedera. Menentukan target selama terapi dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan perbedaan yang besar dalam proses penyembuhan.
Fisioterapi setelah patah tulang juga melibatkan teknik ‘hands-on’ untuk mempercepat penyembuhan. Tiga metode spesifik yang dapat memfasilitasi penyembuhan yaitu:
- Mobilisasi dan manipulasi sendi
Mobilisasi dan manipulasi sendi akan membuat sendi dan tulang bergerak, yang tidak mungkin dilakukan sendiri (tanpa bantuan) karena nyeri yang timbul.
- ‘Remedial Massage’
Remedial massage mencakup manipulasi jaringan lunak di sekitar tulang yang patah, yang membantu memperbaiki masalah rentang gerak akibat tulang terlalu lama tidak digerakkan. Remedial massage membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk menggunakan tulang yang cedera, dan membantu menstimulasi penyembuhan.
Bila Anda menjalani operasi pembedahan, Anda dapat memiliki jaringan parut bekas luka. Pijat jaringan parut dan mobilisasi dapat membantu mengurangi perlengketan jaringan parut dan memperbaiki pergerakan di sekitar bekas luka.
- Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT)
ESWT memberikan gelombang suara tinggi energi ke area cedera melalui alat. Gelombang dari ESWT akan mencetuskan reaksi anti-inflamasi (antiradang), menstimulasi regenerasi sel, dan meningkatkan pembuluh darah baru, mempercepat proses penyembuhan alami. ESWT juga mengganggu sinyal nyeri (sehingga keluhan nyeri berkurang), dan bersifat tidak invasif.
Terapi tidak dilakukan langsung pada lokasi tulang yang patah, tetapi di sekitarnya (berdekatan) untuk menstimulasi sirkulasi.
Fisioterapi setelah Patah Tulang di Rumah Sakit
Rehabilitasi diawali dengan evaluasi mengenai kondisi Anda, untuk menentukan rentang gerak, nyeri, cara berjalan dan fleksibilitas Anda. Kemudian Anda akan diajarkan cara menggunakan tongkat, kruk, atau alat bantu jalan. Anda juga akan diajarkan cara melakukan gerakan tertentu, misalnya naik-turun tangga atau keluar-masuk mobil.
Bila Anda mengalami patah tulang tungkai bawah, Anda akan diberitahu batasan beban berat badan, dan akan diajarkan bagaimana bergerak tanpa melewati batasan.
Bila Anda mengalami patah tulang lengan, Anda mungkin perlu menggunakan sling untuk membantu proses penyembuhan. Anda akan diajarkan bagaimana memasang dan membuka sling.
Fisioterapi di Rumah
Ketika sudah pulang ke rumah, Anda sebaiknya tetap mengikuti program rehabilitasi. Terapi fisik di rumah biasanya dilakukan untuk pasien yang tidak bisa atau kesulitan untuk banyak bergerak karena cederanya.
Anda akan diajarkan cara menggunakan alat bantu selama di rumah, dan latihan-latihan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki rentang gerak dan untuk menguatkan otot-otot di sekitar tulang yang patah.
Bila Anda mengalami patah tulang di dekat siku, gerakan latihan akan melibatkan siku, pergelangan tangan, dan bahu. Bila Anda mengalami patah tulang kering, gerakan latihan akan melibatkan lutut, pergelangan kaki dan panggul. Latihan-latihan tersebut dapat membantu memastikan tulang dapat mentoleransi beban dan tekanan yang diterima saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Fisioterapi di Klinik
Ketika Anda sudah dapat bepergian, Anda sebaiknya mengikuti program rehabilitasi di klinik fisioterapi untuk membantu memulihkan kondisi. Hal ini biasanya dilakukan ketika gips sudah dibuka dan Anda sudah dapat menggerakkan area yang sebelumnya patah.
Berapa Lama Fisioterapi setelah Patah Tulang Diperlukan?
Lamanya fisioterapi akan bergantung pada jenis patah tulang, usia Anda, dan faktor-faktor lainnya. Berat-ringannya patah tulang dan proses penyembuhan setiap orang dapat berbeda-beda, akan tetapi secara umum, patah tulang biasanya sembuh dalam delapan minggu. Setelah patah tulang sembuh dan gips atau alat lainnya dilepas, fisioterapi akan dilanjutkan hingga 3–12 bulan, atau hingga Anda sepenuhnya dapat kembali menggunakan bagian tubuh yang patah.
Referensi:
- prophysiotherapy.co.uk. Post-Fracture Rehabilitation.
- www.physio.co.uk. Fracture Treatment.
- www.verywellhealth.com. Physical Therapy After Fracture. 2025.
Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.