IND | EN

Senin, 16 November 2015 | Penulis : Flex Free

PLANTAR FASCIITIS

Definisi Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis adalah peradangan jaringan lunak yang berada pada bagian tumit dan telapak kaki yang disebut plantar fascia. 

plantar fasciitis           
Sumber gambar: www.balavi.com                        


Plantar fascia adalah jaringan lunak yang tebal berbentuk pita (ligamen) yang terdapat memanjang dari tulang tumit sampai jari-jari kaki, plantar fascia menghubungkan tulang tumit dengan jari-jari kaki dan membentuk arkus atau lengkungan pada bagian bawah kaki 

Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum dan terbanyak dari nyeri tumit.

Penyebab Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis terjadi karena adanya tarikan berlebihan (overstretched atau strain) pada daerah plantar fascia yang menyebabkan plantar fascia menjadi lemah, mengalami iritasi dan peradangan, bengkak dan nyeri. 

Bila proses tarikan berlebihan dari plantar fascia terjadi secara berulang dalam jangka lama akan menyebabkan robekan-robekan kecil pada daerah plantar fascia dan robekan-robekan kecil ini akan menambah lemah plantar fascia dan menyebabkan peradangan berulang atau proses yang kronis.

penyebab plantar fasciitis 
Sumber gambar: www.plantarfisciitistips.org


Plantar fasciitis sering didapatkan pada kondisi-kondisi tertentu, seperti :
•    Seseorang yang berjalan dengan posisi kaki menekuk ke dalam berlebihan (excessive pronation).
•    Seseorang yang mempunyai arkus atau lengkungan kaki yang tinggi (high arches) maupun sebaliknya pada seseorang yang mempunyai arkus atau lengkungan kaki datar dan rata (flat feet).

                               faktor resiko plantar fasciitis
                                                                            Sumber gambar: www.hughston.com    


•    Seseorang yang banyak berjalan, berlari, berdiri lama, olahraga seperti aerobic dance, lompat di permukaan yang keras atau tidak rata. 

•    Seseorang dengan berat badan berlebih; obesitas atau overweight.

 penyebab plantar fasciitis overweight
Tumpuan beban tubuh
Sumber gambar: www.northsiderunners.com

•    Seseorang yang menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau sepatu dengan insole yang sudah rusak atau yang keras.
•    Seseorang dengan otot betis yang tegang atau memendek. Penggunaan sepatu dengan tumit tinggi secara terus menerus dalam jangka lama akan meningkatkan risiko terjadinya pemendekan pada otot betis dan achilles.

       Penyabab plantar fasciitis karena sepatu  

                      Sumber gambar: www.healthxchange.com      

 penyebab plantar fasciitis karena sepatu hak tinggi          

Sumber gambar: www.drshoereviews.com

•    Wanita lebih banyak terkena dibanding pria.
•    Biasanya mengenai usia 40-70 tahun tetapi dapat juga mengenai usia yang lebih muda bila menggunakan kakinya secara berlebihan, misalnya pada atlet lari marathon.   

Gejala dan Tanda Plantar Fasciitis

Gejala dari Plantar fasciitis meliputi:
•    Nyeri pada tumit seperti ditusuk saat melangkah pertama kali ketika bangun tidur atau setelah duduk lama.
•    Nyeri akan dirasakan berkurang setelah melangkah atau berjalan beberapa langkah. 
•   Pada sore hari nyeri dirasakan seperti pegal atau nyeri tumpul dan akan berkurang bila kaki diistirahatkan. Bila nyeri dirasakan terus menerus, berdenyut dan terlihat pembengkakan pada ujung tendo achilles di atas tumit maka kemungkinan terdapat penyakit rematik atau peradangan tendo achilles yang disertai plantar fasciitis.
•    Nyeri pada tumit saat naik turun tangga atau setelah berdiri lama.
•    Bengkak, kemerahan dan nyeri tekan pada tumit.
 


  lokasi nyeri pada plantar fasciitis
Lokasi nyeri terbanyak pada plantar fasciitis
 Sumber gambar: www.feet.thefuntimeguide.com


Diagnosis Plantar Fasciitis

Beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis, seperti:

Anamnesis atau tanya jawab mengenai rasa nyeri, riwayat aktivitas yang dijalani, penggunaan sepatu, dll

Pemeriksaan fisik meliputi: 

Pemeriksaan daerah nyeri, bentuk telapak kaki,  kekuatan otot, refleks-refleks tungkai bawah, konsistensi atau tonus otot, rasa raba atau sensibilitas, koordinasi dan keseimbangan tungkai bawah.

Pemeriksaan penunjang: 

•  Rontgen tulang-tulang kaki untuk melihat kemungkinan patah tulang atau kelainan tulang bawaan (adanya pengapuran pada ujung tulang tumit bukan merupakan penyebab terjadinya plantar fasciitis, adanya pengapuran pada ujung tulang tumit bisa ditemukan secara tidak sengaja dan tidak menyebabkan nyeri, sehingga tidak memerlukan pengobatan).
•  Pemeriksaan ultrasonografi atau USG sangat bermanfaat karena selain aman, juga dapat melihat tulang, otot dan jaringan lunak di sekitar sendi pergelangan kaki.
•  Pemeriksaan penunjang lain seperti MRI atau EMG bergantung pada kemungkinan diagnosis penyakit lain.

                plantar fasciitis yang meradang       

                            Plantar fascia yang meradang             

                      www.medscape.com       

 

 plantar fasciitis yang menebal      

 Plantar fascia yang menebal karena proses kronik       

                     www.radsource.us                             

  
Penanganan Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis dapat berkembang menjadi kondisi kronis apabila tidak dilakukan terapi. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena timbulnya keluhan-keluhan yang berkaitan dengan kaki, lutut, paha dan punggung, karena kelainan plantar fasciitis dapat menyebabkan perubahan pada cara penderita berjalan.

Penanganan plantar fasciitis terdiri dari non operatif (non pembedahan) dan operatif (pembedahan). 

Penanganan non operatif adalah pilihan utama karena 90% penderita akan sembuh sempurna tanpa masalah di kemudian hari dalam waktu beberapa bulan sampai satu tahun dengan pengobatan non operatif. Namun dibutuhkan kerja sama yang baik antara penderita dengan dokter.


Terapi konservatif (non operatif) dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi keluhan serta mencegah berulangnya kejadian. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

1. Perawatan di rumah

  • Mengistirahatkan kaki yang sakit. Hindari berjalan di permukaan yang kasar atau keras, dan hindari naik turun tangga. Dalam keadaan nyeri akut (terdapat bengkak, kemerahan dan nyeri berdenyut) pada daerah tumit dan pergelangan kaki, istirahatkan kaki selama satu minggu, bila perlu menggunakan tongkat pada saat berjalan.
  • Lakukan kompres dingin dengan es batu yang dibungkus atau dengan menggunakan cold-pack, untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Kompress selama ± 20 menit, 3 atau 4 kali dalam sehari

 pengoobatan plantar fasciitis dengan kompres
Kompres dingin pada area yang sakit
Sumber gambar: www.wisegeek.net

 

  • Gunakan sepatu dengan insole yang lunak atau yang memberikan bantalan pada lengkung kaki, dan gunakan bantalan khusus pada tumit yang biasanya terbuat dari silikon yang disebut heel cushion/heel pad/heel cup pada kedua tumit meskipun hanya satu kaki yang sakit. Jangan menggunakan sepatu yang sudah rusak untuk berolah raga atau berjalan.                                                  

          heel pad untuk plantar fasciitis Penggunaan bantalan khusus untuk plantar fasciitis

                                         Penggunaan bantalan khusus pada tumit dan telapak kaki

                                                  www.tallerheels.com & www.plantarfasciitistips.org

  • Lakukan latihan peregangan otot-otot betis beberapa kali sehari, terutama pada saat bangun tidur.

  latihan untuk plantar fasciitis     
      Latihan peregangan otot betis      
Sumber gambar: www.aofas.org 

  • Lakukan latihan peregangan untuk plantar fascia beberapa kali sehari. Beberapa langkah latihan fisik yang dapat dilakukan untuk melatih peregangan plantar fascia, sebagai berikut:

1.    Dalam posisi duduk, angkat kaki yang sakit dan silangkan diatas kaki yang sehat.
2.    Dengan menggunakan tangan pada bagian kaki yang sakit, pegang jari-jari kaki yang sakit dan lakukan tarikan yang akan menciptakan ketegangan dan peregangan dari plantar fascia
3.    Periksa posisi peregangan plantar fascia di daerah lekukan kaki yang terkena, dan plantar fascia akan terasa teregang seperti senar gitar.
4.    Tahan gerakan ini ± 10 hitungan dan lakukan pengulangan sebanyak 10 kali

latihan peregangan untuk plantar fasciitis
Latihan untuk melatih peregangan plantar fascia
Sumber gambar: www.aofas.org

  • Jaga berat badan ideal.
  • Bila masih terasa nyeri, jangan melakukan olahraga yang membebani sendi kaki berlebih (high impact), dianjurkan untuk berenang, sepeda, jalan lambat, senam peregangan (low impact).

2. Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan untuk mengurangi proses inflamasi seperti kortikosteroid sering dilakukan. Kortikosteroid dapat diberikan dalam bentuk oral (diminum) ataupun injeksi. Injeksi kortikosteroid umumnya diberikan pada proses akut dengan keluhan nyeri yang hebat. Injeksi harus dilakukan oleh dokter yang telah terlatih untuk melakukan tindakan ini. Untuk pemakaian oral, harus hati-hati mengingat efek samping yang ditimbulkannya seperti penipisan kulit, memar, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Orang-orang dengan ulkus peptikum, tekanan darah tinggi, infeksi yang tidak teratasi, diabetes, dan glaukoma sebaiknya tidak menggunakan kortikosteroid.
 

obat untuk plantar fasciitis
Injeksi Kortikosteroid untuk meredakan peradangan dan nyeri
Sumber : www.aofas.org

3. Terapi fisik (fisioterapi) dan latihan fisik 

•    Terapi fisik (Fisioterapi) merupakan perpaduan terapi menggunakan alat-alat ultrasound, low power laser dan pelatihan fisik untuk peregangan dan penguatan otot-otot tungkai. Semua alat terapi yang digunakan bertujuan untuk menghilangkan peradangan pada plantar fascia, memperbaiki dan mempertahankan kelenturan otot-otot betis dan sekitarnya.                         
•    Ultrasound adalah metode terapi dengan gelombang suara frekuensi tinggi pada daerah yang terkena. Gelombang suara ini akan diubah menjadi panas pada jaringan tangan bagian dalam, sehingga melebarkan pembuluh darah dan memberikan suplai oksigen yang lebih banyak pada daerah yang cedera. Terapi ini seringkali diberikan bersama dengan latihan fisik dan dilakukan oleh dokter ahli.

 terapi ultrasound untuk plantar fasciitis
Terapi ultrasound
Sumber gambar: www.ultrasoundpaedia.com 


•    Latihan fisik untuk melatih peregangan plantar fascia dan menguatkan otot-otot betis

 latihan fisik untuk plantar fasciitis
Sumber gambar: www.imgarcade.com 

4.    Terapi okupasi, adalah terapi yang bertujuan untuk menemukan cara sehingga penderita dapat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan tanpa rasa nyeri dan mencegah kejadian berulang. Umumnya dianjurkan penggunaan splint, tapping dan orthosis yang merupakan alat bantu khusus dengan fungsinya masing-masing, ditujukan untuk mempercepat penyembuhan peradangan dan nyeri dan mencegah terjadinya kekambuhan

       penggunaan brace untuk plantar fasciitis               

                                                     Penggunaan splint/brace                                         

                    www.electromedical.com        

penggunaan tapping untuk plantar fasciitis 

                      Penggunaan tapping                         

www.plantarfasciitistips.org

 

                       penggunaan sepatu untuk plantar fasciitis      
                      Penggunaan sepatu yang sesuai
                   Sumber gambar: www.woodlakepodiatry.com


Terapi pembedahan (operatif) dilakukan jika timbul rasa nyeri yang hebat, dan dilakukan bila pengobatan non-operatif selama 1-2 tahun tidak memberikan hasil yang signifikan, atau masih didapatkan nyeri dan sangat mengganggu ketika berjalan. Operasi dilakukan oleh dokter spesialis bedah tulang (orthopedi). 

Pecegahan Plantar Fasciitis

Pencegahan dapat dilakukan melalui upaya sebagai berikut:

•    Jaga berat badan ideal.
•    Hindari menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau sepatu dengan insole yang sudah rusak atau yang keras.
•    Hindari menggunakan sepatu dengan tumit tinggi secara terus menerus dalam jangka lama karena akan meningkatkan risiko terjadinya pemendekan pada otot betis dan achilles.
•    Lakukan koreksi terhadap bentuk telapak kaki yang tidak normal (flat foot dan high arches) dengan penggunaan insole tambahan
•    Hindari melakukan aktivitas yang menyebabkan peregangan berlebihan pada plantar fascia (berdiri lama, sering berlari, berjalan lama, olahraga seperti aerobic dance, dan melompat) terlebih bila aktivitas tersebut dilakukan pada permukaan yang keras dan tidak rata.
•    Lakukan latihan untuk peregangan plantar fascia dan penguatan otot-otot betis secara teratur.

 

Referensi:
•    Plantar Fasciitis. Mayo Clinic. 2014
•    David Zelman. Plantar Fasciitis. webMD.2014
•    Plantar Fasciitis. American Orthopaedic Foot & Ankle Society. 2014
 


Jika anda ingin melakukan pendaftaran & informasi tentang pelayanan diklinik kami, anda bisa klik no.WhatsApp dibawah ini. :

085858646477
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com