IND | EN

Selasa, 13 Oktober 2015 | Penulis : Flex free

FROZEN SHOULDER. Bagian I

Definisi Frozen Shoulder

Frozen shoulder atau bahu beku adalah kelainan sendi yang diakibatkan karena terjadi perlengketan antar kapsul sendi bahu dengan tendon otot-otot bahu di sekitarnya.
Perlengketan ini umumnya disebabkan karena adanya peradangan pada salah satu tendon otot bahu yang berlangsung cukup lama atau kronis.

 Penebalan dan perlengketan kapsul sendi karena proses peradangan lama
Penebalan dan perlengketan kapsul sendi karena proses peradangan lama
Sumber gambar: www.moveforwardpt.com

Nama lain dari frozen shoulder adalah adhesive capsulitis. Kelainan ini menyebabkan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi yang mengakibatkan terbatasnya gerakan bahu ke segala arah. Seiring waktu, bahu menjadi sangat sulit untuk digerakkan.
Frozen shoulder terjadi pada sekitar 2% dari populasi umum dan termasuk 5 penyebab tersering keluhan nyeri pada bahu, paling sering mempengaruhi orang berusia antara 40-60 tahun dan wanita lebih rentan mengalaminya dibanding pria.

Sendi bahu adalah sendi putar yang  dikelilingi oleh banyak otot, tendon dan ligamen (jaringan pengikat dan jaringan penyangga). Sendi ini dibentuk oleh 3 macam tulang yaitu tulang lengan atas (humerus), tulang belikat (skapula) dan tulang selangka (klavikula). Bagian atas (kepala) tulang lengan atas akan masuk ke dalam suatu cekungan yang dibentuk oleh tulang belikat dan diikat oleh jaringan ikat yang kuat yang disebut sebagai kapsul bahu yang berfungsi menstabilkan posisi lengan atas agar tetap berada dalam cekungannya. Kapsul bahu akan mengelilingi sendi bahu dan Rotator Cuff tendon.

 Sendi bahu otot dan tulang-tulang pembentuknya
Sendi bahu, otot dan tulang-tulang pembentuknya
Sumber gambar: www.aafp.org

Sendi bahu memiliki arah gerakan (range of motion) yang paling banyak dibanding sendi-sendi lainnya.  Hal inilah yang membuat kita dapat melakukan begitu banyak gerakan menggunakan bahu, seperti mengangkat lengan ke atas, samping, belakang, dan juga memutar  dan menyilangkan lengan. Adanya cairan pelumas sendi (cairan sinovial) akan semakin memudahkan sendi untuk bergerak.

Penyebab Frozen Shoulder

Penyebab terjadinya frozen shoulder tidak sepenuhnya dipahami. Pada frozen shoulder, jaringan halus dari kapsul bahu akan mengeras, menebal dan meradang disertai timbulnya perlengketan antara kapsul bahu dengan tendon-tendon otot yang berada di sendi bahu. Hal ini umumnya terjadi akibat peradangan yang berlangsung cukup lama yang dipicu cedera ringan karena pemakaian berulang ataupun karena faktor lain seperti pada penyakit kronis. 

 Perlengketan dan penebalan kapsul sendi bahu
Sumber gambar: www.shouldereducation.dreamhosters.com & www.staceycookmassage.com

Beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko untuk menderita frozen shoulder adalah sebagai berikut :
•    Imobilisasi sendi bahu. Frozen shoulder sering terjadi pada seseorang yang terlalu lama tidak menggunakan/menggerakkan bahunya. Umumnya ini terjadi pada penderita pasca operasi cedera tulang bahu, post operasi dada atau payudara, atau cedera lainnya atau karena kondisi kesehatan yang kronis seperti pada penderita diabetes, stroke atau adanya artritis inflamasi kronis pada sendi bahu.
•    Penderita penyakit medis tertentu seperti diabetes mellitus, hipertiroid (aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan), hipotiroid (aktivitas kelenjar tiroid yang kurang), penderita penyakit kardiovaskuler (stroke, penyakit jantung), tuberculosis dan Parkinson. Penderita diabetes memiliki risiko untuk mengalami frozen shoulder sekitar 10–20%. Mekanisme pasti tidak diketahui secara jelas, namun beberapa diantaranya dikaitkan dengan penurunan aktivitas sendi bahu yang cukup berarti.
•    Cedera khususnya yang diakibatkan aktivitas berulang dan berlebih yang menggunakan sendi bahu (lihat bab Tendinitis Rotator Cuff). Gerakan berulang dan berlebih pada bahu dapat menyebabkan puncak dari tulang lengan atas bergesekan dengan sebagian sendi bahu dan tendonnya, sehingga menyobek serat-seratnya. Cedera ringan dapat menyebabkan reaksi radang lokal atau tenditinitis dan bursitis. Kondisi ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya bila diistirahatkan dari gerakan-gerakan yang memicu gesekan tersebut. Namun rasa nyeri akibat peradangan pada tendon otot bahu sering menyebabkan penderita akan semakin mengurangi gerakannya, dan bila berlangsung cukup lama, justru akan menimbulkan masalah baru yaitu terjadinya keluhan bahu beku (frozen shoulder).
•    Wanita. Wanita umumnya pada masa menopause lebih berisiko mengalami frozen shoulder dibanding pria. Namun mekanisme pasti juga tidak diketahui secara jelas.

Gejala Frozen Shoulder

Keluhan dan gejala biasanya mulai secara bertahap, memburuk dari waktu ke waktu sejalan perubahan yang terjadi pada kapsul sendi bahu.

Tanda khas dari gejala ini adalah rasa nyeri, kekakuan sendi dan kehilangan jangkauan gerak bahu. Penderita akan kesulitan menggerakkan bahu, baik ketika penderita menggerakkan bahunya sendiri atau dengan bantuan orang lain. 

Rasa nyeri akan timbul secara bertahap sejalan dengan semakin kakunya sendi dan kesulitan dalam bergerak. Pada kasus yang parah dan lama, rasa nyeri timbul setiap saat tanpa dipicu pergerakan dan akan menggangu waktu istirahat/tidur.

Rasa kaku pada sendi terjadi akibat pembentukan jaringan parut, penebalan dan penyusutan kapsul sendi yang mengelilingi sendi bahu. Hal ini menyebabkan bahu semakin kehilangan rentang geraknya, sehingga aktifitas kegiatan sehari-hari menjadi sangat terhambat. Proses ini berlangsung hingga 6 minggu sampai 9 bulan. Dalam kasus yang parah, penderita mungkin tidak dapat menggerakkan bahunya sama sekali.

   

Pola nyeri dan keterbatasan gerak akibat pembentukan jaringan parut pada frozen shoulder

Pola nyeri dan keterbatasan gerak akibat pembentukan jaringan parut pada frozen shoulder

Sumber gambar: www.aidmyfrozenshoulder.com

Diagnosis Frozen Shoulder

Diagnosis berdasarkan gejala nyeri yang ada dan riwayat penyakit atau aktivitas sebelumnya. Gejala yang timbul akibat frozen shoulder umumnya berjalan secara lambat dan bersifat kronis. Beberapa keadan lain seperti peradangan sendi atau otot bahu, artritis degeneratif sendi bahu, juga dapat memberikan keluhan dan gejala yang hampir sama, yaitu pembengkakan, nyeri dan kekakuan, namun gejala umumnya timbul lebih cepat.

Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan rentang gerak sendi bahu yang secara signifikan terbatas, baik ketika bahu digerakkan sendiri oleh penderita (pemeriksaan jangkauan gerak aktif) atau saat bahu digerakkan oleh pemeriksa (pemeriksaan jangkauan gerak pasif). Keterbatasan gerak bahu hampir ke segala arah baik pada pemeriksaan jangkauan aktif maupun pasif, dan hal ini yang membedakan dengan kelainan tendinitis pada Rotator Cuff (peradangan pada tendon otot-otot bahu), dimana nyeri dan keterbatasan arah pergerakan sendi lebih sesuai dengan lokasi tendon yang mengalami peradangan (tidak ke segala arah). 

Pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau ultrasonografi kadang diperlukan untuk memastikan diagnosis ataupun untuk menyingkirkan penyebab lain dari keluhan yang timbul, seperti kemungkinan adanya artritis, atau sobekan pada tendon di Rotator Cuff.

 Gambaran MRI pada frozen shoulder
Gambaran MRI pada frozen shoulder
Sumber gambar: www.shoulderorthopaedist.com.au

 

Bersambung ke FROZEN SHOULDER. Bagian II

 

 

 

Referensi:

  • Frozen Shoulder. American Academy of  Orthopedics Surgeon. OrthoInfo. 2014.
  • Frozen Shoulder. Mayo Clinic. 2014.
  • Frozen Shoulder. Medicinenet.com. 2014.
  • Frozen Shoulder. NHS Choice. 2014.
  • Frozen Shoulder. WebMd. 2014.
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com