Jumat, 22 Desember 2017 | Penulis : Flex Free

Pijat Olahraga

Sumber gambar: www.sanfranciscomassagetherapy.com/

Apa itu Pijat Olahraga?

Pijat olahraga adalah salah satu bentuk pijat yang melibatkan manipulasi jaringan lunak. Jaringan lunak adalah jaringan ikat yang tidak mengeras menjadi tulang atau tulang rawan; jaringan lunak mencakup kulit, otot, tendon, ligamen dan fasia (jaringan ikat yang melapisi dan menyelubungi jaringan ikat lainnya). Pijat olahraga dirancang untuk membantu mengoreksi masalah dan ketidakseimbangan di jaringan lunak yang disebabkan oleh trauma dan aktivitas fisik berulang dan berat. Pijat olahraga sebelum dan setelah berolahraga, dapat meningkatkan performa, membantu pemulihan dan mencegah cedera.

Pijat tercatat sebagai salah satu bentuk terapi fisik pertama dan digunakan lebih dari 3000 tahun yang lalu di Cina, India dan Yunani. Pijat menjadi populer di Barat terutama karena Per Henrik Ling (1776 - 1839), yang mengembangkan bentuk pijat yang saat ini dikenal dengan pijat Swedish. Ling mengembangkan gaya pijat dan latihannya sendiri untuk membantu pemain anggar dan pesenam, dan mendapatkan pengakuan internasional dalam prosesnya. Banyak idenya menjadi fondasi pijat olahraga modern. Saat ini, ada banyak jenis pijat yang dapat membantu menjaga kesehatan. Pijat olahraga telah diterima di Amerika, Kanada dan Australia selama beberapa tahun, sedangkan di UK, praktik pijat olahraga baru dikenal dan digunakan secara luas pada tahun 1990-an.

Hal-hal yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan Pijat Olahraga

Pijat olahraga memiliki beberapa manfaat, misalnya memperbaiki fleksibilitas, mengurangi risiko cedera, dan meningkatkan sistem sirkulasi. Akan tetapi hal-hal yang berkaitan dengan tubuh tidak dapat disamaratakan, dan ada pertimbangan tertentu sebelum melakukan pijat olahraga.   

1. Memahami berbagai jenis pijat

Ada berbagai jenis pijat yang berbeda, dan penting untuk memahami perbedaannya sehingga Anda mengetahui jenis pijat yang diperlukan. Pada pelari misalnya, pijat yang direkomendasikan adalah pijat olahraga atau myofascial release massage (pemijatan lembut dengan tekanan yang ditahan pada jaringan lunak). Kedua pijat tersebut memiliki target spesifik dan akan membantu memperbaiki fleksibilitas, mengurangi nyeri dan meningkatkan rentang gerak.

2. Kenali latar belakang pendidikan terapis Anda

Sebelum pijat, ketahui terlebih dahulu latar belakang pendidikan dan pengalaman terapis Anda. Minta rekomendasi bila perlu. Sebaiknya terapis pijat telah mengikuti pelatihan spesifik mengenai penanganan dan pemeriksaan ortopedi, karena dapat mengetahui kapan harus menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke tenaga profesional lain pada kasus di mana Anda mengalami nyeri kronis dan ketidaknyamanan yang tidak dapat ditangani dengan pijat.  

3. Pastikan untuk cukup cairan

Dehidrasi dapat membuat fasia dan otot menjadi kaku, sehingga pemijatan dapat terasa lebih nyeri.

4. Jangan terlalu banyak makan

Sebaiknya Anda makan setelah sesi pemijatan selesai, atau setidaknya tiga jam sebelum pijat. Selain karena Anda akan merasa tidak nyaman ketika dipijat dalam posisi telungkup, pemijatan secara alami akan memperlambat sistem tubuh, termasuk proses pencernaan.

5. Jangan harapkan sesi pijat seperti spa

Pijat olahraga, bila dilakukan dengan benar, tidak seperti pijat di spa. Pijat olahraga mencakup berbagai gerak, interaksi fisik dan sejumlah ‘pekerjaan rumah’ untuk mempertahankan hasil dari pijat.

6. Pijat tidak harus nyeri

Pemijatan tidak harus nyeri, terapi tercapai ketika tubuh tidak ‘melawan’ pijat. Akan tetapi, nyeri setelah pemijatan adalah normal. Nyeri dapat membantu menunjukkan area yang lemah yang harus mendapatkan perhatian selanjutnya. Dalam 48 jam, rasa kencang/kaku akan menghilang, dan bila pemijatan dilakukan dengan benar, Anda bahkan akan merasa memiliki tubuh yang baru.

7. Terapis Anda bukanlah dokter

Bila Anda mengalami cedera dan belum mengetahui diagnosisnya, segera periksakan diri ke dokter. Terapis tidak mendiagnosis. Dan meskipun terapis dapat mengidentifikasi masalah dan berusaha untuk menghilangkan setiap kekakuan dan peradangan pada tubuh, bila masalah yang Anda alami tidak membaik dalam tiga hari setelah pijat, sebaiknya And asegera memeriksakan diri ke dokter.

8. Jangan berolahraga setelah pijat

Biarkan tubuh memproses apa yang terjadi, tunggu setidaknya satu hari sebelum kembali berolahraga. Berendam setelah pijat dapat membantu melanjutkan proses pembersihan dan menghilangkan nyeri.

9. Pertimbangkan untuk memasukkan pijat dalam rencana pelatihan Anda

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pijat olahraga dapat membantu mengurangi cedera dan meningkatkan performa. Oleh karena itu, selain berlatih dengan keras, sebaiknya Anda juga memasukkan pijat dalam rencana latihan Anda.

 

 

 

 

Referensi:

  • http://www.sportstherapyuk.com/about-sports-massage/what-is-sports-massage
  • https://www.runnersworld.com/massage/14-things-to-know-before-you-get-a-sports-massage/slide/14
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com