IND | EN

Jumat, 15 September 2017 | Penulis : Flex Free

Manipulasi Sendi

Sumber gambar: www.actionsportphysio.com

Manipulasi sendi adalah salah satu teknik terapi manual yang digunakan dalam penanganan keluhan muskuloskeletal. Manipulasi sendi merupakan jenis pergerakan pasif dari sendi, yang menggunakan gerakan mendorong dengan amplitudo rendah dan kecepatan tinggi (High Velocity Low Amplitude, HVLA). Teknik ini biasanya ditujukan pada satu atau lebih sendi synovial target dengan tujuan mendapatkan efek terapi. Alasan dilakukannya manipulasi sendi adalah untuk mengembalikan sendi ke tingkat fungsi yang normal dengan mengurangi kekakuan, meningkatkan rentang gerak dan/atau mengurangi nyeri sendi. Manipulasi sendi adalah teknik yang tidak nyeri. Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman atau merasakan sensasi peningkatan tekanan di sekitar area yang diterapi dan setelahnya Anda akan merasa lelah.

Manipulasi sendi berbeda dengan mobilisasi sendi dalam hal teknik yang digunakan. Mobilisasi sendi adalah teknik penanganan pasif yang dapat dilakukan pada sendi perifer (bahu, lutut, pergelangan kaki, dll) atau pada tulang belakang. Mobilisasi sendi menggunakan tekanan yang lembut dan berulang pada sendi dengan arah yang spesifik, sedangkan manipulasi sendi terdiri dari empat fase spesifik:

  1. Memposisikan pasien dengan orientasi yang paling diinginkan untuk manipulasi sendi
  2. Memberikan tekanan pada area yang akan dimanipulasi
  3. Melakukan gaya dorongan pada sendi yang menyebabkan manipulasi. Biasanya dikaitkan dengan bunyi “krek” atau “klik” yang dapat terdengar yang berasal dari sendi (serupa dengan menggemeretakkan buku-buku jari)
  4. Fase unloading di mana terapis melepaskan tekanan

Bunyi “krek” atau “klik”

Sumber gambar: sportsandspinal.net.au

Manipulasi sendi ditandai dengan bunyi ‘krek’ atau ‘klik’. Bunyi ini diyakini sebagai hasil dari fenomena yang disebut dengan kavitasi. Ketika manipulasi sendi dilakukan, tekanan yang diberikan akan memisahkan permukaan artikular sendi. Hal ini akan mengubah bentuk kapsul sendi dan jaringan intra-artikular, yang kemudian akan mengurangi tekanan di dalam rongga sendi. Pada lingkungan dengan tekanan rendah, sejumlah gas akan larut dalam cairan synovial, yang akan membentuk gelembung atau kavitas. Kemudian akan menghilang dengan cepat yang menimbulkan bunyi ‘klik’.

Efek Manipulasi Sendi

Efek klinis dari manipulasi sendi yaitu:

  1. Meredakan nyeri muskuloskeletal
  2. Membebaskan sendi, misalnya leher kaku/punggung terkilir akut
  3. Memperbaiki rentang gerak sendi

Efek Samping dan Risiko Manipulasi Sendi Tulang Belakang

Efek samping terapi manipulasi sendi tulang belakang yang sering terjadi terbagi menjadi efek samping ringan hingga sedang dan dapat mencakup: rasa tidak nyaman di area sendi yang dimanipulasi, sakit kepala, kelelahan, atau rasa tidak nyaman yang menjalar.

Terdapat sejumlah risiko berkaitan dengan manipulasi sendi, terutama manipulasi sendi tulang belakang. Kemungkinan efek samping yang serius yaitu: cedera vertebrobasiler (vertebrobasilar accidents, VBA), stroke, herniasi diskus tulang belakang, fraktur tulang belakang dan tulang iga, dan sindrom cauda equina.

Manipulasi sendi tulang belakang hanya boleh dilakukan untuk kondisi yang sesuai, dan tidak boleh digunakan sebagai teknik rutin. (Baca lebih lanjut mengenai manipulasi tulang belakang dalam artikel: Chiropractic dan manipulasi tulang belakang).

 

 

 

 

Referensi:

  • www.physio.com.sg/joint-spinal-manipulation
  • www.portobellophysio.ie/joint-manipulation/
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com