Rabu, 19 Juli 2017 | Penulis : Flex Free

Penggunaan Glukosamin sebagai Suplemen Sendi

Glukosamin (bersama dengan kondroitin) saat ini terkenal sebagai suplemen untuk sendi. Benarkah konsumsi suplemen glukosamin bermanfaat terutama untuk penderita radang sendi? Pada radang sendi jenis apa glukosamin dapat digunakan sebagai suplemen? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Radang Sendi?

Peradangan sendi adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gejala berikut ini:

  • Tulang rawan sendi menjadi lunak lalu akan pecah dan terkikis 
  • Terjadi pertumbuhan tulang rawan sendi dan tulang baru pada tepi persendian (osteofit) lalu terjadi perubahan bentuk sendi
  • Celah sendi menyempit
  • Cairan sendi akan berubah komposisi, jumlah, warna dan kekentalannya, lalu cairan sendi akan berkurang
  • Densitas atau kepadatan tulang juga menurun lalu tulang menjadi rapuh

Peradangan pada sendi berdasarkan penyebabnya terbagi menjadi dua:

Sumber gambar: www.newhealthadvisor.com

  • Osteoarthritis (OA). OA adalah suatu gangguan sendi yang sifatnya menahun karena kerusakan pada tulang rawan sendi yang dikaitkan dengan proses penuaan dan akibat pemakaian jangka waktu yang lama. Pada kondisi ini tulang rawan yang menjadi bantalan sendi mengalami kerusakan. Tulang rawan sendi yang rusak akan menyebabkan iritasi jaringan lunak di sekitar sendi terutama kapsul sendi sehingga menyebabkan peradangan kapsul sendi dan akan mengiritasi jaringan sinovial yang akan menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada sendi.  Produksi cairan synovial (cairan pelumas sendi) akan berkurang
  • Rheumatoid arthritis (RA). RA berbeda dengan OA. RA adalah peradangan kronis pada sendi yang terjadi akibat kelainan pada sistem imunitas/kekebalan tubuh (penyakit autoimun). Gejala awal RA yaitu nyeri pada sendi-sendi kecil tangan dan kaki. Setelah itu, rasa nyeri dapat terasa pada sendi bahu, lutut, siku, dan panggul, rahang dan leher. Sendi yang membengkak akan terlihat kemerahan, hangat dan nyeri bila disentuh atau di tekan. Gejala lainnya dapat berupa kekakuan sendi yang sering dirasakan pada pagi hari (saat bangun tidur) yang bisa berlangsung sekitar 30 menit hingga beberapa jam. Adanya benjolan-benjolan keras pada jaringan di bawah kulit di lengan (nodul rheumatoid), dan kelelahan, demam, dan penurunan berat badan.

Berdasarkan penelitian, penderita osteoarthritis menunjukkan respons yang baik terhadap penggunaan suplemen glukosamin. Penggunaan glukosamin untuk penderita rheumatoid arthritis belum diketahui secara lebih lanjut efeknya karena hanya sedikit penelitian yang pernah dilakukan. Akan tetapi pada salah satu penelitian menunjukkan berkurangnya nyeri yang signifikan. Glukosamin tidak memiliki dampak yang signifikan dalam memperbaiki fungsi atau pembengkakan sendi pada penderita rheumatoid arthritis.

Apa itu Glukosamin?

Glukosamin adalah amino monosakarida dan merupakan penyusun alami glikosaminoglikan dalan tulang rawan. Suplemen glukosamin berasal dari cangkang hewan laut (misalnya udang, lobster dan kepiting) atau dari sayuran.

Sumber gambar: www.knowzzle.com

Terdapat tiga jenis glukosamin, yaitu glukosamin sulfat, glukosamin hidroklorida (HCl), dan glukosamin sulfat terkristalisasi. Jenis glukosamin terakhir ini adalah bentuk stabil dari glukosamin sulfat. Berdasarkan penelitian, glukosamin sulfat dan glukosamin HCl tidak efektif digunakan pada osteoarthritis. Glukosamin sulfat terkristalisasi 1500 mg satu kali sehari menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan dari nyeri dan terbatasnya fungsi (memiliki efek memperbaiki gejala) pada osteoarthritis lutut. Dibandingkan dengan bentuk dan dosis lainnya, dosis ini mencapai konsentrasi plasma dan cairan synovial (cairan sendi) yang berada di atas ambang untuk efek farmakologis yang relevan, sehingga membenarkan karakteristik terapeutik. Penggunaan hingga 3 tahun menunjukkan penurunan yang signifikan pada progresi perubahan struktur sendi dibandingkan dengan penggunaan placebo yang dinilai dengan mengukur penyempitan ruang sendi secara radiologis (memiliki efek memperbaiki struktur).

Jadi, jangan salah pilih suplemen glukosamin, pilihlah yang mengandung glukosamin sulfat terkristalisasi.

Meskipun suplemen ini cenderung aman, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda menggunakannya, karena suplemen ini juga memiliki efek samping. Glukosamin dapat menyebabkan keluhan perut tidak nyaman, mual, sensasi seperti terbakar pada dada, diare dan konstipasi. Selain itu dapat meningkatkan gula darah, kolesterol, trigliserida dan tekanan darah. Jangan konsumsi suplemen ini bila Anda alergi hewan bercangkang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien dnegan glaucoma atau hipertensi intraocular dapat mengalami peningkatan tekanan mata bila menggunakan suplemen glukosamin.

 

 

Referensi:

  • rheumatoidarthritis.net/natural-remedies/glucosamine-and-chondroitin/
  • www.arthritis.org/living-with-arthritis/treatments/natural/supplements-herbs/guide/glucosamine.php
  • www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3400104/
Share :

Sosial Media Flex Free Clinic

Ikuti perkembangan informasi terbaru melalui sosial media kami

Copyright © 2014 - www.flexfreeclinic.com