4 Suntikan Sendi Lutut Pilihan: Manfaat dan Risiko Kortikosteroid, Pelumas sendi dan Terapi Regenerasi

Selasa, 08 Juni 2021
dr. Ferdinand Dennis K
Selasa, 08 Juni 2021
dr. Ferdinand Dennis K

Apabila membicarakan mengenai penanganan nyeri pada lutut karena sebab apapun, suntikan sendi lutut tidak akan luput dari pilihan metode pengobatannya.

Suntikan sendi lutut sudah menjadi suatu hal yang lumrah sehingga seringkali pasien langsung menanyakan, apakah lutut mereka harus ‘dijeksi’ (re: diinjeksi) atau disuntik.

Kemudahan dalam penyebaran informasi pada era digital ini memberikan akses bagi pasien untuk mengetahui apa-apa saja yang mungkin dilakukan untuk keluhan yang dialami bahkan jauh sebelum pasien mengunjungi praktik dokter.

Pada artikel ini, penulis akan memaparkan jenis, fungsi, serta efek samping dari masing-masing suntikan sendi lutut yang lazim dilakukan oleh dokter untuk menangani berbagai keluhan pada lutut.

Apa saja suntikan sendi lutut yang digunakan untuk menangani nyeri lutut?

Suntik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti memasukkan obat cair ke dalam tubuh dengan jarum.

Pemberian obat ke dalam celah sendi ini bertujuan agar efek obat yang disuntikkan langsung bekerja pada jaringan di lutut tanpa harus disuntikkan melalui pembuluh darah.

Hal ini berdasarkan dua alasan, yaitu:

  • obat suntik yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah cenderung tidak mencapai jaringan di lutut terutama celah sendi lutut karena minimnya pembuluh darah
  • untuk mengurangi efek samping yang dapat muncul apabila obat disuntikkan melalui pembuluh darah.

Lutut sendiri merupakan bagian dari sistem muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi) yang disusun oleh dua persendian, yaitu:

  • patellofemoral (antara patella atau tempurung lutut dan femur atau tulang paha)
  • tibiofemoral (antara tibia atau tulang kering dan femur)

Sendi lutut sendiri secara keseluruhan berbentuk seperti suatu mangkuk yang dibungkus oleh struktur-struktur urat tendon, ligamen, meniskus, dan bursa.

sendi lutut

Sendi Lutut

(Sumber gambar: www.joionline.net)

Seluruh kesinambungan komponen ini membentuk sendi lutut, dengan celah sendi antara tempurung lutut, femur, dan tibia dibatasi oleh tulang rawan yang menghasilkan cairan sendi sebagai pelumas untuk memperlancar pergerakan lutut yang seperti engsel pintu.

Lutut merupakan bangunan yang kokoh, tetapi karena kekokohannya, lutut tidak memiliki fleksibilitas seperti sendi-sendi yang lebih kecil.

Kekokohan sendi ini dikarenakan lutut harus menopang berat tubuh dan menyalurkannya ke tanah saat seseorang berjalan.

Kekokohan ini juga menjadikan lutut sebagai struktur yang rawan cedera.

Masalah utama pada lutut seringkali disebabkan oleh suatu proses yang disebut ‘wear and tear’ atau ausnya struktur-struktur sendi karena penggunaan dalam jangka waktu lama dan/atau salah, hal ini dapat menimbulkan robekan pada struktur-struktur sendi.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan masalah yang paling lazim pada lutut adalah osteoartritis, suatu penyakit degeneratif (memburuk seiring bertambahnya usia).

Pada umumnya, ada dua hal yang menjadi dasar dari timbulnya gejala nyeri lutut, yaitu peradangan dan hilangnya tulang rawan sendi karena keausan tersebut, sehingga celah sendi akan kehilangan pelumasnya.

Disinilah, beragam suntikan sendi memiliki perannya masing-masing, yaitu:

  1. Suntikan kortikosteroid (anti-nyeri dan radang)

Suntikan steroid seringkali menjadi suatu kata yang menakutkan.

Stigma terhadap obat yang sering dijuluki ‘obat dewa’ ini berasal dari efek sampingnya yang luas.

Steroid sendiri merupakan golongan obat-obatan yang fungsi utamanya adalah meredakan peradangan pada tubuh, suatu proses yang hampir pasti terlibat dalam suatu nyeri sendi.

  1. Suntikan asam hyaluronat (pelumas sendi)

Pemberian asam hyaluronat atau pelumas sendi, berkebalikan dengan steroid, biasanya lebih dikenal dengan efek baiknya.

Asam hyaluronat sintetis ini mirip dengan cairan pelumas yang diproduksi alami oleh tulang rawan sendi dan terdapat dalam sediaan berat molekul sedang dan tinggi.

  1. Suntikan proloterapi (larutan gula pekat)

Proloterapi memperoleh popularitasnya semenjak lebih kurang satu abad yang lalu, tetapi efeknya terhadap penyakit sistem otot, tulang, dan sendi baru-baru ini banyak diteliti dan digemari karena harganya pun cukup murah.

Suntikan untuk sendi lutut dengan gula pekat ini harus diulang beberapa kali untuk mencapai hasil perbaikan yang diinginkan.

  1. Suntikan platelet-rich plasma/PRP

Penggunaan metode regeneratif dari PRP mulai menjadi populer pada tahun 2001, ketika seorang ahli bedah mulut, dr. Richard Marx, mempublikasikan karya ilmiahnya yang berjudul PRP: A Possibility in Regenerative Therapy (PRP: Suatu Kemungkinan Terapi Regeneratif).

Meskipun penggunaan platelet (trombosit), serta faktor yang memengaruhi pembekuan darah telah diaplikasikan sejak tahun 1970-an untuk mempercepat penyembuhan luka operasi.

Publikasi dr. Marx lah yang menjadikan PRP sebagai suatu alternatif dalam pengobatan regeneratif.

Apa manfaat dari masing-masing suntikan sendi lutut tersebut?

suntikan sendi lutut

Tindakan Suntikan Sendi Lutut di Klinik Flex Free

Tujuan utama dari suntikan sendi lutut adalah:

  • mengurangi gejala yang menghambat aktivitas serta
  • mengembalikan fungsi lutut sampai semaksimal mungkin

Pembatasan gerakan pada lutut bisa terjadi karena sesuatu yang bersifat akut (baru saja terjadi) atau kronis (lebih lama dari tiga bulan).

Ketidakmampuan lutut untuk menjalankan fungsinya ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti:

  • nyeri yang membatasi penderita untuk menekuk lutut untuk berjalan,
  • bengkak yang akan menghambat pergerakan, atau
  • robekan struktur yang dapat menimbulkan suatu kelemahan dari struktur lutut yang padu tersebut.
  1. Manfaat suntikan kortikosteroid untuk nyeri lutut

Kortikosteroid akan meredakan radang dengan segera.

Golongan obat ini bekerja dengan menghambat terbentuknya senyawa-senyawa yang akan muncul saat suatu jaringan mengalami cedera dan menimbulkan nyeri.

Suntikan steroid biasanya akan dibarengi dengan suntikan obat bius lokal yang akan menghambat rangsang nyeri yang dihantarkan oleh saraf sehingga fungsi lutut akan segera kembali normal sesaat setelah penyuntikan.

Penggunaan kortikosteroid untuk suatu proses akut dengan atau tanpa robekan struktur akan memberikan kelegaan yang hampir instan bagi penderita.

  1. Manfaat suntikan asam hyaluronat untuk nyeri lutut

Suntikan untuk sendi lutut dengan asam hyaluronat menggantikan fungsi pelumas alami sendi yang habis karena rusaknya tulang rawan sebagai pabrik dari pelumas itu sendiri.

Penyuntikan asam hyaluronat harus dilakukan berkala untuk mencegah terulangnya nyeri sendi karena meskipun bersifat mirip dengan pelumas alami, asam hyaluronat sintetis akan habis diserap oleh tubuh seiring waktu.

Asam hyaluronat pun dapat digunakan sebagai suatu rangka dalam perbaikan struktur yang robek, dan juga dipergunakan bersamaan dengan PRP untuk merangsang pemulihan jaringan.

  1. Manfaat proloterapi untuk nyeri lutut

Proloterapi atau suntikan untuk sendi lutut dengan larutan gula pekat menggunakan sifat alami larutan gula dalam merangsang rentetan peristiwa penyembuhan yang diawali dengan peradangan yang dipicu oleh disuntikannya larutan gula.

Penyuntikan larutan gula akan menimbulkan peradangan yang berfungsi bagi tubuh.

Karena sel-sel darah putih akan datang ke tempat yang meradang, membersihkan sisa-sisa jaringan mati dan merangsang pertumbuhan sel baru di tempat tersebut.

Penyuntikan larutan gula pekat ini harus diulang beberapa kali, karena rentetan peristiwa penyembuhan ini harus terus menerus terjadi sampai jaringan baru dapat tumbuh sepenuhnya.

(Baca lebih lanjut mengenai proloterapi dalam artikel: "Prolotherapy, Teknik Pengobatan Terkini untuk Mengatasi Masalah Otot, Tulang dan Sendi")

  1. Manfaat Platelet-rich plasma/PRP untuk nyeri lutut

Platelet-rich plasma/PRP merupakan salah satu metode termutakhir dalam bidang muskuloskeletal saat ini.

Platelet atau trombosit merupakan komponen darah kita yang mengandung faktor-faktor pertumbuhan di dalamnya.

Pemrosesan PRP ini adalah dari pasien, untuk pasien (autolog) dengan menggunakan darah pasien sendiri yang diolah di mesin untuk ditingkatkan kadar plateletnya sampai tingkatan tertentu.

Di mana setelah disuntikkan akan memulai rentetan peristiwa regeneratif yang berangsur-angsur menumbuhkan kembali jaringan yang telah rusak,

sehingga pada akhirnya komponen tersebut akan kembali utuh dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Adakah risiko dari penyuntikan sendi lutut?

Semua tindakan kedokteran memiliki efek samping, sehingga pemberian suntikan sendi lutut akan dipertimbangkan matang-matang keuntungan dan kerugiannya oleh dokter sebelum dilakukan.

Prosedur steril akan selalu diterapkan dalam hal apapun yang melibatkan teknik invasif (mendapatkan akses ke dalam tubuh penderita melalui sayatan atau tusukan dengan digunakannya alat seperti jarum atau alat lain ke dalam lubang alami tubuh seperti rongga mulut, hidung, dsb.) karena risiko infeksi yang tinggi.

Suntikan sendi lutut tanpa prosedur steril akan dapat menimbulkan kondisi yang disebut artritis septik, di mana bakteri mendapatkan jalur masuk melalui luka bekas suntikan ke dalam celah sendi dan menginfeksi jaringan sendi dan sekitarnya.

Hal ini tentu saja merupakan kondisi serius karena infeksi dapat merusak sendi secara permanen dan harus ditangani dengan antibiotik serta mungkin operasi.

Penyuntikan akan memberikan rasa tidak nyaman selagi dan sesaat sesudah tindakan adalah hal yang wajar.

Penyuntikan dengan larutan gula pekat dan PRP akan menimbulkan rasa pegal dan linu yang bisa bertahan beberapa hari karena proses ini melibatkan peradangan baik yang akan memicu rentetan peristiwa penyembuhan.

Jangan mengonsumsi obat-obatan anti-radang karena akan menghentikan rentetan proses ini dan suntikan sendi lutut akan tidak berguna.

Suntikan sendi lutut dengan kortikosteroid tidak boleh dilakukan lebih dari tiga kali per tahun.

Hal ini berdasarkan penelitian yang membuktikan bahwa meskipun tidak sebanyak apabila disuntikkan melalui pembuluh darah, kadar steroid di dalam tubuh akan meningkat sampai empat bulan paska penyuntikan di lutut.

Hal ini tentu saja tidak berbahaya, tetapi apabila suntikan steroid dilakukan terlalu sering, kadar ini akan meningkat dan akhirnya menimbulkan efek sistemik yang tidak diinginkan.

Penyuntikan steroid berlebih pun memiliki risiko merusak sisa tulang rawan yang masih ada dan bahkan menimbulkan robekan pada tendon dan ligamen,

sehingga tindakan suntikan sendi lutut dengan steroid haruslah dilakukan oleh dokter yang berkompeten di bidangnya.

 

 

Apabila Anda memerlukan keterangan dan informasi lebih lanjut mengenai berbagai suntikan sendi lutut, hubungi Klinik Flex-Free terdekat di kota Anda.

  • Klinik Flex-Free Jakarta: Ruko Italian Walk J No. 19, (Dekat Pintu Masuk Gate C), Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 14240; telepon (021) 29364016
  • Klinik Flex-Free Bandung: Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67
    Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 40424; telepon (022) 20580806

Buat Kunjungan

Anda dapat menerima layanan dengan mengunjungi salah satu cabang kami.

Klinik Flex-Free Jakarta Utara

Ruko Italian Walk J No. 19, Dekat Pintu Masuk Gate C, Mall of Indonesia, Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +62214514421

Klinik Flex-Free Bandung

Jl. Terusan Pasir Koja No 153/67, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622220580806

Klinik Flex-Free Jakarta Selatan

The Bellezza Shopping Arcade, Lantai dasar Unit SA58-60, (Ex Food Hall, Lobby Timur), Jalan Arteri Permata Hijau No.34, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Lihat di Peta Kirim Pesan WhatsApp Telp: +622125675561